Kelurahan Gunung Samarinda Dorong PKK Naik Kelas, Lewat UP2K dan UMKM Digital
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dari dapur-dapur sederhana di Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, lahir aneka produk olahan yang menyimpan potensi ekonomi besar.
Mulai dari cimi-cimi, kue akar kelapa, stik keju, kue kelapa, hingga keripik sukun, semuanya diolah oleh tangan-tangan terampil ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kelurahan Gunung Samarinda bersama PKK menginisiasi program tematik UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) dan UMKM Digital.
Program ini diarahkan untuk membantu para pelaku usaha rumahan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Lurah Gunung Samarinda, Sarjoko, mengatakan bahwa peran PKK menjadi kunci utama dalam menjalankan program tersebut. Ibu-ibu PKK didorong untuk mulai memasarkan produk melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga TikTok.
“Dengan pemasaran digital, produk-produk makanan yang ada di Gunung Samarinda bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Tidak hanya di lingkungan sekitar,” ujar Sarjoko, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan arahan pimpinan agar setiap kelurahan memiliki program tematik sesuai dengan potensi wilayahnya. Banyaknya usaha rumahan yang telah berjalan di GS menjadi dasar pemilihan UP2K dan UMKM Digital sebagai fokus utama.
Saat ini, program masih berada pada tahap sosialisasi. Pihak kelurahan juga tengah menyiapkan rencana pelatihan UMKM. Terutama terkait pengemasan produk, branding, hingga strategi pemasaran digital. Pelatihan tersebut diharapkan dapat direalisasikan melalui anggaran perubahan.
“Sambil berjalan, kami terus mendorong PKK untuk mulai mencoba memasarkan produknya secara digital. Sekarang sistem penjualan sudah berubah, semuanya serba online,” kata Sarjoko.
Pemasukan Operasional PKK
Selain meningkatkan pendapatan keluarga, program ini juga diharapkan mampu menambah pemasukan operasional PKK serta membuka peluang kerja baru di lingkungan sekitar. Ke depan, produk-produk UMKM Gunung Samarinda juga direncanakan masuk ke ritel-ritel lokal dan ditampilkan dalam berbagai kegiatan besar. Termasuk perayaan Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan.
Di tengah ketatnya persaingan pasar daring, Sarjoko menyadari tantangan tidak kecil. Namun ia optimistis, dengan pendampingan yang tepat, para pelaku usaha rumahan mampu berkembang.
Seperti kata bijak, cinta yang paling tulus sering kali terwujud dalam upaya sederhana untuk membahagiakan keluarga. Dari dapur rumah, para ibu di Gunung Samarinda menyalakan harapan bahwa kerja keras, kebersamaan, dan kemauan belajar dapat mengubah usaha kecil menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan.***
BACA JUGA
