Kenapa Balikpapan Masih Banjir? Pemkot Beberkan Tantangan Rp1 Triliun dan Contoh Wilayah yang Sudah Aman

Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, saat menemui mahasiswa yang melakukan aksi demo
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, saat menemui mahasiswa yang melakukan aksi demo / Samsul

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Banjir masih menjadi keluhan utama warga Balikpapan setiap hujan deras. Pemerintah Kota menegaskan penanganan banjir tidak bisa instan karena membutuhkan anggaran besar, pembebasan lahan rumit, dan kolaborasi lintas kewenangan. Untuk satu kawasan saja, kebutuhannya tembus Rp1 triliun.

Kenapa Banjir di Balikpapan Belum Tuntas?

Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, menjelaskan bahwa persoalan banjir bukan hanya soal membangun drainase. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari pembahasan anggaran di DPRD hingga status kewenangan jalan dan saluran air.

“Tidak semua jalan dan drainase menjadi kewenangan Pemkot. Ada yang milik provinsi dan pusat. Jadi penyelesaiannya harus kolaboratif,” ujar Zulkifli saat menemui mahasiswa yang melakukan aksi damai, Senin 9 Februari 2026/

Anggaran Besar, Baru Terpenuhi Sebagian

Berdasarkan master plan penanggulangan banjir, kebutuhan anggaran untuk penyelesaian total sangat besar.
Untuk kawasan MT Haryono saja, estimasi biaya mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Namun hingga kini:

  • Anggaran yang tersedia baru sekitar Rp350 miliar
  • Itu pun belum mencapai 10 persen dari total kebutuhan

Dana tersebut digunakan untuk penanganan di beberapa titik, seperti kawasan Global Sport dan lanjutan pembangunan drainase.

Masalah Klasik: Pembebasan Lahan Warga

Selain anggaran, kendala terbesar di lapangan adalah pembebasan lahan. Banyak titik rawan banjir berada di atas lahan milik warga maupun instansi lain.

Salah satunya bottleneck di depan PDAM Jalan MT Haryono.
Di lokasi tersebut terdapat tumpang tindih kepemilikan lahan, sehingga proses pembebasan tidak bisa dilakukan secara cepat.

“Ini menyangkut hak masyarakat, jadi harus hati-hati dan sesuai aturan,” kata Zulkifli.

Sepinggan Jadi Bukti, Banjir Bisa Dikendalikan

Meski prosesnya panjang, Pemkot menegaskan penanganan banjir bukan sekadar janji.
Kawasan Sepinggan menjadi contoh nyata.

Dulu:

  • Pasar dan rumah warga sering terendam
  • Aktivitas warga terganggu setiap hujan deras

Sekarang:

  • Setelah pelebaran dan normalisasi saluran
  • Banjir jauh berkurang
  • Aktivitas warga lebih aman

“Sepinggan adalah pembelajaran penting bahwa penanganan banjir bisa berhasil jika ditangani serius,” ujarnya.

Pemkot Ajak Warga dan Mahasiswa Kawal Bersama

Zulkifli mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk terus mengawal penanganan banjir secara konstruktif. Menurutnya, banjir adalah masalah serius yang menjadi prioritas utama Wali Kota Balikpapan.

“Perlu kesabaran, keseriusan, dan kolaborasi agar penyelesaiannya berkelanjutan dan benar-benar dirasakan warga,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses