Kerja Bakti Massal Jadi Cermin Arah Pembangunan Balikpapan di Usia ke-129

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Peringatan Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan tidak dirayakan dengan gegap gempita. Pemerintah Kota memilih jalan yang lebih substantif: menggelar apel pelaksanaan kerja bakti massal sekaligus meninjau fasilitas umum di Kecamatan Balikpapan Selatan, Minggu (8/2/2026) pagi.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan refleksi semangat kolektif merawat kota.

“Kerja bakti adalah bentuk kepedulian terhadap ruang bersama. Kota yang nyaman lahir dari partisipasi warganya,” ujarnya dalam sambutan apel.

Menurut Rahmad, peringatan hari jadi tahun ini sengaja dirancang dengan semangat kesederhanaan. Fokus utamanya adalah memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memastikan layanan publik semakin merata di seluruh wilayah kota.

Selain kebersihan lingkungan, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas layanan administrasi melalui aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Digitalisasi layanan ini diharapkan mempermudah urusan administrasi warga secara cepat dan efisien, sejalan dengan upaya modernisasi birokrasi di tingkat kota.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga meninjau sejumlah fasilitas publik, di antaranya pedestrian Ruhui Rahayu dan ruang bermain ramah anak. Fasilitas-fasilitas ini didorong menjadi ruang yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh kelompok usia. 

“Pembangunan kota tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi yang akan datang,” kata Rahmad.

Isu Banjir Jadi Perhatian

Isu banjir turut menjadi perhatian utama. Kerja bakti massal dinilai sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko, khususnya di kawasan permukiman. Pemerintah Kota, kata Rahmad, terus melakukan normalisasi saluran air, perbaikan drainase, serta optimalisasi bendali di sejumlah titik rawan genangan.

Dari puluhan titik genangan yang teridentifikasi di Balikpapan, sebagian besar telah berhasil ditangani, meskipun masih terdapat beberapa lokasi yang dalam proses perbaikan bertahap. Upaya ini menjadi bagian dari prioritas pembangunan kota yang menempatkan ketahanan lingkungan sebagai fondasi utama.

Rahmad juga mengajak masyarakat untuk ikut memeriahkan HUT ke-129 Balikpapan dengan cara-cara sederhana namun bermakna, seperti kerja bakti lingkungan, pemasangan umbul-umbul, hingga kegiatan sosial di tingkat komunitas.

“Balikpapan yang bersih, aman, dan tangguh terhadap tantangan adalah kota yang dibangun bersama,” ujarnya.

Di usia ke-129, Balikpapan tak hanya merayakan sejarahnya, tetapi juga menegaskan arah masa depan: kota global yang nyaman, berkelanjutan, dan berlandaskan semangat kebersamaan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses