Kesbangpol Balikpapan Dorong Perempuan Ambil Peran Lebih Besar dalam Politik
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Upaya memperkuat partisipasi politik perempuan terus digencarkan Pemerintah Kota Balikpapan. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), pemkot mendorong agar kaum perempuan lebih aktif terlibat dalam dunia politik, baik dalam proses pengambilan keputusan maupun dalam kontestasi demokrasi.
Langkah ini dinilai penting, tidak hanya untuk mewujudkan demokrasi yang sehat, tetapi juga menjadi kunci tercapainya pembangunan yang adil dan berkeadilan gender.
Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas Kesbangpol Balikpapan, Rudi Iskandar, menegaskan bahwa politik tidak boleh dipandang eksklusif atau sebatas jargon semata. Menurutnya, politik harus bersifat inklusif dengan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk perempuan yang memiliki potensi besar dalam membangun bangsa.
“Perempuan memiliki potensi besar dalam memperkuat demokrasi. Karena itu, keterlibatan mereka bukan sekadar angka, melainkan bagian penting dari proses membangun bangsa,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Pendidikan Politik di Balikpapan, Rabu (27/8/2025).
Sosialisasi Politik untuk Perempuan
Acara sosialisasi tersebut mengusung tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Berjaya” dan diikuti puluhan peserta perempuan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, akademisi, komunitas, hingga tokoh perempuan di lingkungan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berdiskusi mengenai strategi memperkuat keterlibatan perempuan di bidang politik, termasuk tantangan yang sering dihadapi dalam ranah publik.
Rudi mengungkapkan, selama ini partisipasi politik perempuan masih terkendala oleh stereotip sosial, minimnya akses informasi, serta keterbatasan ruang untuk berperan. Jika hal ini terus dibiarkan, ia menilai kebijakan yang lahir akan kurang mewakili kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
“Demokrasi yang sehat harus memberi ruang setara kepada laki-laki maupun perempuan. Jika partisipasi perempuan rendah, maka suara separuh penduduk bangsa ini akan terabaikan. Karena itu, kita perlu menggerakkan perempuan agar lebih percaya diri,” jelasnya.
Dorongan Jadi Pengambil Keputusan
Selain memperkuat literasi politik, Kesbangpol juga mendorong agar perempuan berani tampil dalam kontestasi politik. Tidak hanya sebagai pemilih aktif, tetapi juga sebagai pengurus partai, calon anggota legislatif, maupun tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh.
“Kami memberikan motivasi kepada para perempuan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman, agar peserta bisa belajar langsung dan memahami dunia politik secara lebih dekat. Rencananya kegiatan serupa akan rutin kami lakukan supaya semakin banyak perempuan Balikpapan yang melek politik,” kata Rudi.
Ia menekankan, perempuan Balikpapan harus mampu melampaui peran tradisional yang selama ini melekat, dan tampil sebagai pengambil keputusan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Merata hingga Akar Rumput
Kesbangpol Balikpapan memastikan bahwa program edukasi politik tidak hanya menyasar kalangan tertentu. Kegiatan serupa akan digelar secara berkelanjutan di berbagai kecamatan agar jangkauannya semakin luas dan merata hingga ke tingkat akar rumput.
“Penguatan kapasitas perempuan dalam politik tidak bisa dilepaskan dari dukungan semua pihak. Partai politik, pemerintah daerah, hingga masyarakat harus membuka ruang yang luas agar perempuan bisa berkontribusi optimal,” tambah Rudi.
Menurutnya, keterlibatan perempuan akan membawa perspektif baru dalam penyusunan kebijakan, termasuk kebijakan yang lebih berpihak pada keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial. Dengan demikian, pembangunan di Balikpapan akan lebih seimbang dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.***
BACA JUGA
