Kesbangpol Balikpapan Inovasi Literasi Kebangsaan bagi Generasi Muda
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan terus berinovasi dalam memperkuat literasi kebangsaan di kalangan generasi muda.
Tidak lagi mengandalkan metode konvensional seperti ceramah atau buku teks, Kesbangpol kini mengembangkan pendekatan yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Inovasi ini ditujukan agar nilai-nilai kebangsaan lebih mudah diterima oleh pemuda yang tumbuh dalam era digital.
Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Sutadi, mengatakan pihaknya ingin mengubah cara penyampaian nilai-nilai kebangsaan yang monoton menjadi lebih relevan dengan karakter generasi digital saat ini. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Balikpapan, menjadi kunci keberhasilan pendekatan ini.
“Kami telah menjalin sinergi dengan DPRD Kota Balikpapan. Kolaborasi ini kami bangun agar literasi kebangsaan tidak hanya hidup di sekolah, tetapi juga di komunitas pemuda dan lingkungan keluarga,” ujar Sutadi, Jumat (18/07/2025).
Menurut Sutadi, generasi muda memiliki cara belajar yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tumbuh dalam ekosistem digital yang serba cepat dan visual, sehingga metode lama tidak lagi efektif.
Kesbangpol kemudian merancang pendekatan yang bisa masuk ke dunia mereka, misalnya melalui permainan digital, konten interaktif di media sosial, hingga simulasi atau game berbasis nilai-nilai Pancasila.
“Edukasi bisa disampaikan lewat permainan digital dan konten interaktif. Kalau kita tidak ikut masuk ke dunia mereka, maka pesan-pesan kebangsaan akan sulit sampai,” jelasnya.
Berbagai kegiatan edukatif telah dirancang agar anak muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktor utama dalam menyuarakan nilai-nilai kebangsaan. Mulai dari lomba konten digital bertema Pancasila, pelatihan kreator konten kebangsaan, hingga dialog terbuka antar komunitas pemuda.
“Harus memang ada inovasi dalam pendekatan ke generasi muda. Jamannya sudah berbeda dengan dahulu. Kita harus mampu menjembatani kesenjangan antara nilai luhur bangsa dengan realitas digital anak muda,” lanjut Sutadi.
Sutadi menekankan bahwa Kesbangpol tidak ingin kegiatan ini hanya bersifat seremonial. Evaluasi dan penyesuaian metode akan terus dilakukan agar pendidikan kebangsaan tetap relevan di tengah modernisasi dan globalisasi.
“Kami ingin menanamkan bahwa nasionalisme itu tidak harus kaku. Anak muda bisa cinta Indonesia sambil bermain, berkarya, dan bersosial media. Yang penting, nilai-nilai itu tetap melekat dalam hati dan tindakan mereka,” tandas Sutadi.
Dengan langkah inovatif ini, Kesbangpol Balikpapan berharap generasi muda akan lebih memahami dan menghidupi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nasionalisme tetap hidup di tengah arus digitalisasi yang pesat.***
BACA JUGA
