Ketahanan Pangan Jadi Isu Krusial di Momen HUT ke-4 FPPI Kaltim, Ini Pesan Pemerintah Daerah

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Di tengah isu ketahanan dan kedaulatan pangan yang makin krusial, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan pentingnya peran kelompok masyarakat strategis dalam mengawal arah kebijakan. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat menghadiri Hari Ulang Tahun ke-4 Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) Kalimantan Timur di Gema Tani Etam, Gunung Binjai, Sabtu (24/1/2026).

Bagus menilai, meski tergolong organisasi muda, FPPI telah menunjukkan posisi penting sebagai penjaga nilai perjuangan dan kepentingan rakyat, terutama dalam isu pangan yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat.

“Empat tahun merupakan usia yang relatif muda, namun FPPI telah menunjukkan peran yang sangat bermakna sebagai wadah purnawirawan pejuang yang tetap setia mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Ia menyoroti tema HUT FPPI tahun ini, “FPPI Lahir untuk Rakyat, Mendukung Kedaulatan Pangan dan Mengawal Kebijakan yang Berkeadilan”, sebagai refleksi bahwa perjuangan tidak berhenti ketika masa kedinasan berakhir, melainkan berlanjut dalam bentuk pengawalan moral dan keberpihakan kebijakan.

Menurut Bagus, kedaulatan pangan bukan sekadar soal produksi, tetapi menyangkut keadilan distribusi, keberpihakan pada petani dan nelayan, serta keberlanjutan kebijakan di tengah tekanan ekonomi dan perubahan iklim.

“Pemerintah Kota Balikpapan menyambut baik dan mendukung setiap upaya kolaboratif yang mendorong ketahanan dan kedaulatan pangan, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Momentum HUT FPPI ini juga berdekatan dengan HUT ke-129 Kota Balikpapan pada 10 Februari 2026. Bagus menekankan, posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat isu pangan dan keadilan kebijakan menjadi semakin strategis.

Ia menegaskan, pembangunan kota tidak boleh semata mengejar pertumbuhan, tetapi harus berpijak pada nilai perjuangan, gotong royong, dan keadilan sosial yang diwariskan para pejuang bangsa.

“Semoga FPPI semakin solid, berdaya guna, dan menjadi penjaga nurani kebijakan demi Indonesia yang lebih berdaulat dan berkeadilan,” tutupnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat Kaltim, Arif Murdiyatno, menilai keberadaan purnawirawan memiliki arti strategis di tengah dinamika sosial dan pembangunan kawasan IKN.

“Purnawirawan adalah penjaga ingatan kolektif bangsa. Mereka mengajarkan kita arti cinta tanah air yang tidak berhenti pada seragam, tetapi terus hidup dalam sikap, keteladanan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menurut Arief, FPPI bukan sekadar ruang silaturahmi, melainkan kekuatan moral yang berperan menjaga persatuan dan keseimbangan sosial, terutama ketika pembangunan berjalan cepat dan kompleks.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses