Keterbatasan Air Tak Halangi Warga Karang Joang, Budidaya Ikan Papuyuh Mulai Hasilkan Rupiah
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Keterbatasan air yang selama ini membatasi usaha tani warga Karang Joang, Balikpapan Utara, kini berubah jadi peluang. Lewat budidaya ikan papuyuh—ikan endemik Kalimantan—kelompok ibu-ibu dan pemuda setempat mulai menikmati panen rutin dan tambahan penghasilan berkat kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Warga Karang Joang sudah lama hidup berdampingan dengan cuaca yang tak menentu dan pasokan air terbatas. Kondisi ini membuat hasil pertanian sering naik-turun, bahkan kerap gagal panen.
Perubahan mulai terasa sejak hadirnya program CSR KAWAN PATRA (Kawasan Taman Edukasi dan Pertanian Terintegrasi) dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan.
Program ini menggabungkan pertanian dan perikanan dalam satu kawasan, dengan sistem yang lebih hemat air dan mudah dikelola warga.
Panen Perdana Ikan Papuyuh, Pertama di Balikpapan
Rabu (4/2/2026), Kelompok Wanita Tani (KWT) Daun Sop Ceria bersama pemuda pembudidaya ikan melaksanakan panen perdana ikan papuyuh di demplot KAWAN PATRA KM 21 Karang Joang.
Sejak Juli 2025, sebanyak 3.000 bibit ikan papuyuh dibudidayakan. Dari 1.000 ekor yang dipanen tahap awal, kelompok ini berhasil menghasilkan sekitar 30 kilogram ikan papuyuh.
Budidaya ini tercatat sebagai yang pertama di Kota Balikpapan.
Sanati, anggota KWT Daun Sop Ceria, merasakan langsung dampak program tersebut.
“Dulu hasil tanam sayur tidak menentu karena air terbatas. Sekarang bisa panen rutin. Buah-buahan juga sudah berlimpah. Hasil panen sangat membantu ekonomi kami, terutama ibu-ibu,” ujarnya.
Tak hanya ikan, KAWAN PATRA juga mengembangkan 200 pohon buah naga yang sudah menghasilkan panen hingga 300 kilogram.
Kenapa Ikan Papuyuh?
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan ikan papuyuh dipilih karena nilai ekonominya tinggi dan cocok dengan kondisi lokal.
“Ikan papuyuh merupakan ikan endemik Kalimantan. Sementara buah naga relatif tahan terhadap perubahan cuaca. Ini menjawab tantangan pertanian dan perikanan warga,” jelasnya.
Program ini juga didukung pendampingan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karang Joang serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan.
Selain hasil produksi, warga mendapat pendampingan teknis berkelanjutan, termasuk efisiensi penggunaan air dan pengelolaan usaha berbasis kelompok.
“Harapannya masyarakat bisa semakin mandiri secara ekonomi, sekaligus menjaga keberlanjutan pangan lokal,” tutup Edi.
Melalui KAWAN PATRA, Pertamina menegaskan perannya tak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga mitra masyarakat dalam menciptakan dampak ekonomi nyata di sekitar wilayah operasionalnya.
BACA JUGA
