Kolaborasi IKN–Balikpapan Diperkuat, Air Bersih hingga Transportasi Jadi Agenda Prioritas
BALIKPAPA,Inibalikpapan.com — Sinergi antara Otorita Ibu Kota Nusantara dan Pemerintah Kota Balikpapan kembali ditegaskan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai tidak dapat dipisahkan dari kesiapan daerah penyangga, terutama Balikpapan, yang selama ini menjadi gerbang utama menuju kawasan inti ibu kota baru.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan perkotaan, mulai dari ketersediaan air bersih, konektivitas jalan, hingga penguatan transportasi publik.
Menurut Thomas, pembangunan tidak semata soal beton dan aspal. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan. Otorita IKN, kata dia, telah menanam hampir lima juta pohon sebagai bagian dari komitmen ekologis. “Menanam bagi kami bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Sebagai kota penyangga, Balikpapan menghadapi konsekuensi logis dari pertumbuhan IKN, yakni peningkatan mobilitas dan potensi lonjakan penduduk. Tekanan terhadap infrastruktur dasar, terutama jalan dan transportasi publik, menjadi isu yang perlu diantisipasi sejak dini. Diskusi bersama Pemerintah Kota Balikpapan pun diarahkan pada pembenahan konektivitas dan sistem angkutan yang lebih terintegrasi.
Persoalan air bersih turut menjadi perhatian utama. Thomas mengakui bahwa isu ini telah lama menjadi tantangan strategis bagi Balikpapan. Optimalisasi Bendungan Sepaku Semoi disebut sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat suplai air di kawasan penyangga IKN.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan yang terus meningkat seiring perkembangan kawasan.
Pengembangan Kota Satelit
Ia juga menekankan bahwa pembangunan IKN tidak boleh eksklusif. Konsep aglomerasi dan pengembangan kawasan terpadu terus didorong bersama daerah sekitar, termasuk Penajam Paser Utara.
Pengembangan kota satelit dinilai penting untuk mendistribusikan pertumbuhan dan mencegah penumpukan aktivitas di satu titik.
Selain itu, Otorita IKN tengah menyiapkan skema desentralisasi asimetris di wilayah delineasi yang mencakup puluhan desa. Model tata kelola ini dirancang lebih adaptif terhadap kebutuhan kawasan strategis nasional, sekaligus memberi ruang inovasi bagi pemerintah lokal.
Thomas menegaskan, keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari kemajuan kawasan inti, tetapi juga dari kesiapan dan kemajuan daerah penyangga. “Jika IKN maju, tetapi wilayah sekitarnya tertinggal, itu bukan keberhasilan yang utuh. Kolaborasi berarti tumbuh bersama,” katanya.
Dengan penguatan sinergi dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Balikpapan dan IKN diharapkan berkembang selaras—menjadi kawasan modern yang tetap berpijak pada keseimbangan lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.***
BACA JUGA
