Konflik AS-Israel vs Iran Terbaru: Presiden Prabowo Tawarkan Diri Jadi Mediator dan Siap ke Teheran

Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (22/02/2026). / Setneg
Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (22/02/2026). / Setneg

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Situasi keamanan di Timur Tengah mendadak mencekam menyusul serangan udara besar-besaran yang dilancarkan militer Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Eskalasi ini memicu reaksi balasan cepat dari Teheran yang menggempur empat titik pangkalan militer AS dan sekutunya.

Merespons krisis tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengeluarkan pernyataan resmi yang menyesalkan kegagalan diplomasi antara Washington dan Teheran.

Indonesia Tawarkan Mediasi Tingkat Tinggi

Guna meredam bara konflik yang mengancam tatanan global, Jakarta secara resmi menawarkan diri sebagai penengah. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesiapannya untuk melakukan misi diplomatik langsung ke jantung konflik.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI, Sabtu (28/2/2026), dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.

Langkah berani ini diambil mengingat dampak domino serangan militer tersebut dapat memicu kehancuran ekonomi dan keamanan dunia yang lebih luas jika tidak segera dihentikan.

Seruan Hentikan Kontak Senjata

Kemlu RI mendesak seluruh pihak yang berseteru untuk segera menghentikan kontak senjata dan kembali ke meja perundingan. Indonesia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan wilayah setiap bangsa guna menghindari eskalasi yang tak terkendali.

“Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah,” tambah pernyataan tersebut.

Prioritas Perlindungan WNI di Zona Merah

Di tengah dentuman meriam dan serangan udara, keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak menjadi prioritas utama pemerintah. Kemlu melalui perwakilan RI di Timur Tengah terus memantau kondisi di lapangan.

Imbauan bagi WNI:

  • Tetap Tenang: Jangan terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
  • Waspada: Pantau pergerakan keamanan di wilayah masing-masing.
  • Ikuti Arahan: Patuhi instruksi otoritas setempat dan protokol keamanan.
  • Komunikasi: Selalu terhubung dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terdekat.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses