Koperasi Merah Putih Terancam Stagnan, Pemkot Balikpapan Siapkan 9 Pendamping Baru
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Koperasi Merah Putih di Balikpapan sempat menghadapi tantangan serius, mulai dari urusan legalitas hingga kemampuan membayar gaji. Untuk mencegah koperasi ini jalan di tempat, Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan tambahan sembilan tenaga pendamping pada 2026 agar usaha anggota tetap hidup dan berkembang.
Tanpa pendampingan yang kuat, koperasi berisiko hanya bertahan di atas kertas. Legalitas bisa bermasalah, manajemen tidak rapi, dan pada akhirnya usaha anggota kesulitan berkembang.
Kondisi inilah yang selama ini menjadi perhatian Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, menegaskan bahwa pendampingan bukan sekadar formalitas.
“Sebenarnya legalitasnya dan pendampingannya masih kami pertahankan. Namun yang harus terus kita jaga juga adalah kemampuan untuk membayar gaji,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Penghasilan Tidak Terhenti
Bagi anggota koperasi, kelancaran operasional berarti kepastian usaha tetap berjalan dan penghasilan tidak terhenti.
Pemkot Balikpapan mengalokasikan sekitar Rp17 miliar untuk mendukung koperasi dan UMKM. Meski ada efisiensi anggaran, sektor ini tetap dijaga.
“Untuk kegiatan yang sifatnya rutin memang kami kurangi. Program koperasi dan UMKM tidak banyak dikurangi, paling sekitar 10 persen,” jelas Heruressandy.
Koperasi Merah Putih menjadi salah satu prioritas. Pada 2026, pemerintah daerah berencana menambah sekitar sembilan tenaga pendamping baru.
“Koperasi Merah Putih kita prioritaskan. Kami akan menambah sekitar sembilan tenaga pendamping untuk membantu kelancaran usaha mereka di tahun 2026,” katanya.
Pendamping ini diharapkan membantu manajemen, legalitas, hingga penguatan usaha koperasi.
Manfaat Nyata Untuk Warga
Dengan pendampingan yang lebih intensif:Operasional koperasi lebih tertib, Usaha anggota lebih terarah dan risiko koperasi mati suri bisa ditekan.
Dampaknya, koperasi tidak hanya bertahan, tapi ikut menggerakkan ekonomi warga Balikpapan.
Pemkot Balikpapan berharap Koperasi Merah Putih tumbuh lebih sehat dan mandiri. Dengan dukungan pendamping yang cukup, koperasi ini diharapkan menjadi sandaran ekonomi anggota sekaligus penguat perekonomian daerah.***
BACA JUGA
