Kredit Perbankan Balikpapan, PPU, dan Paser Tembus Rp41,68 Triliun, BI: Sinyal Positif untuk Daerah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan saat ini adalah Robi Ariadi,
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan saat ini adalah Robi Ariadi,

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Kinerja perbankan di Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser menunjukkan tren positif pada 2025. Penyaluran kredit tumbuh 19,62 persen menjadi Rp41,68 triliun, berbalik kuat setelah sempat terkontraksi pada 2024.

Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mencatat, pertumbuhan ini menjadi sinyal penting bahwa dunia usaha di Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser mulai semakin ekspansif di tengah ketidakpastian global.

Deputi Direktur KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa fungsi intermediasi perbankan berjalan optimal dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kuatnya pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan yang terus berjalan secara optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Robi dalam siaran pers, Kamis (13/2).

Investasi Melonjak 72 Persen, Dorong Proyek dan Ekspansi Usaha

Lonjakan terbesar terjadi pada kredit investasi yang tumbuh 72,21 persen (yoy) menjadi Rp16,78 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan berjalannya proyek industri hilirisasi dan meningkatnya optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi.

Sementara kredit konsumsi tetap tumbuh 7,33 persen menjadi Rp14,47 triliun. Artinya, daya beli masyarakat masih terjaga, meski pertumbuhannya tidak setinggi tahun sebelumnya.

Sebanyak 65,29 persen pembiayaan perbankan terserap untuk aktivitas usaha, baik investasi maupun modal kerja. Sisanya 34,71 persen untuk kredit konsumsi seperti KPR, kendaraan, dan kredit multiguna.

Secara sektoral, penyaluran kredit terbesar masih terkonsentrasi pada:

  • Konstruksi (18,97%)
  • Perdagangan (13,41%)
  • Pertanian (12,75%)

Struktur ini mencerminkan karakter ekonomi wilayah: Balikpapan sebagai pusat perdagangan dan jasa, sementara PPU dan Paser menjadi sentra pertanian dan wilayah konstruksi yang berkembang.

Kredit UMKM Tembus Rp12,85 Triliun

Penyaluran kredit ke sektor UMKM tercatat Rp12,85 triliun, relatif stabil dibandingkan 2024. Mayoritas masih digunakan untuk modal kerja (53,7 persen), sementara investasi mencapai 46,3 persen.

Kredit UMKM didominasi kategori kecil dan mikro, masing-masing 38,71 persen dan 37,59 persen.

Di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat 2,25 persen, masih jauh di bawah ambang batas 5 persen. NPL UMKM berada di angka 3,8 persen.

“Kondisi ini mengindikasikan positifnya prospek perkembangan usaha di Wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser, sehingga menjadi sinyal positif bagi perbankan untuk merealisasikan penyaluran kreditnya secara optimal,” tambah Robi.

Dana Masyarakat Capai Rp52,88 Triliun

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 1,85 persen menjadi Rp52,88 triliun. Struktur simpanan masih didominasi tabungan (49,12 persen), diikuti giro (34,86 persen) dan deposito (16,02 persen).

Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibanding penghimpunan dana menunjukkan sektor usaha mulai agresif memanfaatkan pembiayaan untuk ekspansi.

Dengan struktur kredit yang tetap sehat dan dukungan pembiayaan produktif yang kuat, perbankan di wilayah kerja BI Balikpapan menjadi salah satu motor penting penopang ekonomi daerah pada 2025.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses