Kuliner Kambing Guling Muda Laris Manis, Dongkrak Geliat UMKM Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Geliat sektor UMKM kuliner di Kota Balikpapan kian terasa seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap sajian khas dan konsep kuliner yang unik.
Salah satunya terlihat dari ramainya pembeli kambing guling muda yang dijajakan pelaku UMKM lokal di Pasar Pringgondani Teritip yang buka dari pagi hingga sore.
Irwan, pelaku usaha kambing guling muda di Balikpapan, mengungkapkan bahwa dalam delapan minggu terakhir penjualan mengalami peningkatan signifikan. Hampir setiap hari dagangannya habis terjual bahkan sebelum siang hari. Satu porsi kambing guling muda dibanderol Rp50 ribu dan dinilai terjangkau oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, pembeli terus bertambah. Hampir setiap hari ramai, bahkan sering habis sebelum siang,” ujar Irwan saat ditemui di lokasi penjualan, Minggu (1/2/2026)
Ia menjelaskan, kambing guling yang dijual menggunakan kambing muda pilihan dari peternak lokal sekitar Balikpapan. Proses pengolahan dilakukan dengan teknik khusus sehingga menghasilkan rasa gurih dengan tekstur daging yang empuk. Sistem penjualan pun lebih banyak mengandalkan pesanan serta promosi dari mulut ke mulut.

“Kami fokus ke pesanan. Kambingnya dari peternak lokal, jadi kualitas dan kesegarannya terjaga. Pelanggan yang puas biasanya datang lagi dan merekomendasikan ke orang lain,” jelasnya.
Selain kambing guling muda, tren kuliner tematik juga turut menarik minat warga. Kuliner khas Riyad yang belakangan viral di media sosial mendapat sambutan hangat dari masyarakat Balikpapan. Berlokasi di kawasan yang mudah diakses, tempat ini ramai dikunjungi sejak sore hingga malam hari oleh pengunjung dari berbagai kalangan.
Banyak Inovasi Kuliner
Hasriyani, salah satu pengunjung asal Gunung Sari Ilir Balikpapan Tengah, mengaku tertarik datang setelah melihat banyak ulasan di media sosial. Ia menyebut kehadiran konsep kuliner seperti ini masih tergolong jarang di Balikpapan.
“Awalnya cuma lihat di internet karena lagi viral. Ini pertama kali saya ke sini. Konsepnya beda, suasananya bagus dan nyaman. Jadi bukan cuma makan, tapi juga menikmati tempatnya,” ujarnya.
Menurut Hasriyani, harga menu yang ditawarkan masih tergolong wajar dan sepadan dengan kualitas makanan serta pengalaman yang didapat. Ia berharap ke depan semakin banyak inovasi kuliner serupa yang hadir di Balikpapan.

“Harganya masih masuk akal. Semoga ke depan makin banyak konsep kreatif seperti ini, supaya Balikpapan punya lebih banyak pilihan kuliner dan tempat berkumpul,” tuturnya.
Fenomena ramainya kuliner lokal dan tematik ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan UMKM di Balikpapan. Selain memperkaya pilihan kuliner masyarakat, sektor ini juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak, tenaga kerja, dan pelaku usaha lokal.***
BACA JUGA
