Kunjungan Menteri LH Jadi Evaluasi, DLH Pastikan Program Sampah Balikpapan Berjalan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kunjungan mendadak Menteri Lingkungan Hidup ke Kota Balikpapan untuk meninjau pengelolaan sampah dari hulu ke hilir menjadi sorotan publik.
Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menegaskan bahwa capaian pengelolaan sampah dan kebersihan kota telah mendapat pengakuan nasional. Di sisi lain, pihaknya juga terus mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pihaknya tidak mendampingi kunjungan tersebut karena tidak menerima informasi resmi sebelumnya.
“DLH dalam hal ini Pemerintah Kota memang tidak ada informasi. Jadi saya tidak mendampingi dan tidak mengetahui kedatangan beliau kemarin,” ujar Sudirman, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pemberitaan, kunjungan tersebut meninjau pengelolaan sampah mulai dari sumber di masyarakat hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sejumlah lokasi yang dikunjungi di antaranya Kampung Phinisi, Pasar Baru, Kampung Bungas, dan Pasar Pandan Sari.
Meski tidak dilibatkan secara langsung, Sudirman menilai kunjungan tersebut sebagai langkah positif.
“Kami bersyukur beliau mau turun langsung melihat apa yang sudah kami coba lakukan di Balikpapan, bagaimana pengelolaan sampah dari rumah tangga, kawasan permukiman, pasar, sampai ke TPA,” katanya.
Kinerja Pengelolaan Lingkungan
Sudirman menegaskan bahwa Balikpapan telah masuk nominasi kategori kota penerima Piala Adipura dengan nilai 75,9. Capaian tersebut mencerminkan kinerja pengelolaan lingkungan dan kebersihan kota yang dinilai baik secara nasional.
Selain itu, Balikpapan juga memperoleh penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai kota terbersih kedua di Indonesia setelah Surabaya. Atas penghargaan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menerima insentif sebesar Rp5 miliar. Serta bantuan alat berat yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pengelolaan sampah dan kebersihan kota.
“Pengakuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Balikpapan sudah berada pada jalur yang benar dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Menurut Sudirman, pengelolaan sampah tidak dapat berjalan efektif jika hanya mengandalkan satu sektor. Diperlukan kolaborasi lintas kementerian. Khususnya antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian PUPR.
“Kementerian Lingkungan Hidup berperan pada kebijakan dan perubahan perilaku. Sementara Kementerian PU pada penyediaan infrastruktur,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah harus berjalan seiring dengan upaya perubahan perilaku masyarakat.
“Infrastruktur yang baik tanpa perubahan perilaku tidak akan optimal. Sebaliknya, kesadaran masyarakat yang sudah baik juga harus didukung sarana dan prasarana yang memadai,” katanya.
Dalam kerangka kebijakan nasional, Balikpapan disebut telah mencapai target pengurangan sampah sekitar 30 persen sesuai Strategi Nasional sebelum pemerintahan saat ini. Ke depan, target pengurangan yang lebih tinggi yakni 50 persen. Sehingga hanya residu yang dibuang ke TPAS Manggar, harus ditempuh secara bertahap.
“Target boleh tinggi, itu mimpi yang baik. Tapi pencapaiannya harus realistis, bertahap, dan disesuaikan dengan kemampuan daerah, termasuk dari sisi anggaran,” tutur Sudirman.
Saat ini, Balikpapan terus memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), pengembangan bank sampah di seluruh kelurahan. Serta pembentukan Bank Sampah Induk di setiap kecamatan.
“Bukan hanya membangun, tapi memastikan semua fasilitas itu benar-benar beroperasi dan memberi manfaat,” pungkasnya.***
BACA JUGA
