Kuota Haji Balikpapan Bertambah, Masa Tunggu Menyusut Jadi 26 Tahun
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan menyampaikan perkembangan terbaru terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun berjalan.
Meskipun secara kelembagaan penyelenggaraan haji kini menjadi tanggung jawab Kementerian Haji, Kemenag di daerah tetap memiliki peran strategis, khususnya melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, H. Masrivani mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan kuota haji nasional yang dibagi secara proporsional berdasarkan urutan porsi di masing-masing provinsi. Salah satu kebijakan penting tahun ini adalah penyamaan masa tunggu haji secara nasional menjadi 26 tahun.
“Kebijakan ini tentu membawa dampak positif bagi daerah, termasuk Kota Balikpapan. Jika sebelumnya masa tunggu haji di Balikpapan mencapai sekitar 36 tahun, maka tahun ini menurun menjadi 26 tahun,” ujar Masrivani, Selasa (20/1/2026).
Penurunan masa tunggu tersebut beriringan dengan adanya penambahan kuota haji untuk Kota Balikpapan. Dari kuota sebelumnya yang berkisar 507 jemaah, kini bertambah sekitar 183 jemaah sehingga total kuota haji Balikpapan mencapai lebih dari 600 jemaah.
“Alhamdulillah, ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi masyarakat Balikpapan yang telah lama menanti kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Bertambahnya kuota ini tentu harus diimbangi dengan kesiapan penyelenggaraan yang semakin optimal,” jelasnya.
Tahapan Berjalan Lancar
Masrivani menegaskan bahwa jajaran Kemenag Kota Balikpapan, khususnya Seksi PHU, terus melakukan berbagai persiapan guna mengawal proses penyelenggaraan ibadah haji yang waktunya semakin dekat. Mulai dari aspek administrasi, pembinaan jemaah, hingga koordinasi lintas instansi terus dimatangkan agar seluruh tahapan berjalan lancar.
Meski demikian, ia juga menyampaikan bahwa dinamika penurunan masa tunggu tidak hanya terjadi di Balikpapan, tetapi juga berdampak pada kabupaten dan kota lain di Indonesia. Namun, fokus Kemenag Balikpapan tetap pada optimalisasi pelayanan bagi jemaah di wilayahnya.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan penuh keikhlasan. Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisi. Tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin,” tutup Masrivani.
Dengan penambahan kuota dan pemangkasan masa tunggu ini, Kemenag Kota Balikpapan berharap masyarakat dapat semakin mempersiapkan diri secara matang. Sekaligus memperkuat niat dan kesabaran dalam menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.***
BACA JUGA
