Lanud Dhomber Siap Dukung Program Prioritas TNI AU, Maknai Hari Bakti dengan Semangat Pengabdian
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-77 TNI Angkatan Udara (TNI AU), yang jatuh pada 29 Juli 2025, Komandan Pangkalan TNI AU Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb Fata Patria, menegaskan komitmen jajarannya untuk mendukung penuh pelaksanaan program prioritas TNI AU sesuai arahan dari Markas Besar.
“Untuk implementasinya, jelas kita akan melaksanakan semua program prioritas tersebut sesuai dengan kapasitas yang diberikan kepada kita,” ujar Kolonel Fata kepada awak media, Selasa (29/07/2025).
Ia menjelaskan bahwa sejumlah program prioritas sejatinya telah berjalan di lingkungan Lanud Dhomber. Ke depan, upaya yang dilakukan akan difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan agar lebih efektif dan memberikan dampak nyata.
“Beberapa sudah berjalan, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan usaha-usaha tersebut. Intinya seperti amanat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), yaitu meningkatkan dan mengoptimalkan,” tambahnya.
Sinergi dengan Pemerintah dan Stakeholder
Selain menjalankan tugas pokok pertahanan udara, Lanud Dhomber juga aktif dalam mendukung program-program pembangunan dan kemasyarakatan. Menurut Kolonel Fata, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) terus diperkuat untuk memperkuat kontribusi nyata TNI AU di masyarakat.
“Termasuk yang terakhir adalah bagaimana kita turut menyukseskan program pemerintah. Kita sudah laksanakan itu, berkolaborasi dengan stakeholder lainnya,” ujarnya.
Makna Hari Bakti: Sejarah, Pengorbanan, dan Tanggung Jawab
Memasuki peringatan Hari Bakti TNI AU, Kolonel Fata mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk mengenang sejarah yang melatarbelakangi momen tersebut, yakni peristiwa heroik 29 Juli 1947 saat para kadet TNI AU melakukan serangan udara ke tiga kota yang dikuasai Belanda, sebelum akhirnya pesawat bantuan kemanusiaan ditembak jatuh musuh.
“Hari Bakti ini jika menyimak sejarahnya, bermula dari serangan fajar yang dilakukan kadet-kadet TNI AU pada 29 Juli 1947 ke tangsi-tangsi Belanda di tiga kota. Pagi harinya kita berhasil melancarkan serangan. Namun pada sore harinya pesawat pembawa bantuan kemanusiaan kita ditembak jatuh oleh Belanda,” jelasnya.
Peristiwa tersebut, lanjutnya, menjadi simbol pengorbanan luar biasa yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas negara.
“Maknanya adalah bagaimana kita sebagai generasi penerus Angkatan Udara mampu berinovasi dan berinisiatif dalam memajukan TNI AU. Dan yang paling penting, siap untuk berkorban demi negara dan bangsa,” tegas Kolonel Fata.
Peringatan Hari Bakti ke-77 TNI AU tahun ini tidak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga momentum untuk memperkuat dedikasi, profesionalisme. Serta kontribusi TNI AU dalam menjaga kedaulatan negara dan melayani masyarakat.***
Editor : Ramadani
BACA JUGA
