Listrik Tak Boleh Padam Saat Lebaran, Petugas PLN Ini Pilih Jaga Posko di Tarakan
TARAKAN, inibalikpapan.com – Di saat banyak orang merayakan lebaran dan berkumpul dengan keluarga, Muhammad Hanif Zidan (26) justru berada di posko siaga. Sebagai petugas Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tarakan, Hanif punya tanggung jawab berbeda: memastikan listrik tidak padam di hari paling penting bagi umat Muslim.
“Kalau listrik andal, masyarakat bisa ibadah dan kumpul keluarga tanpa khawatir. Itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami yang bertugas,” ujarnya.
Sejak masa siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H pada 12–31 Maret 2026, ratusan personel PLN disiagakan di berbagai titik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Mereka tidak hanya berjaga di posko namun juga memantau sistem kelistrikan, siaga jika terjadi gangguan, dan siap turun ke lapangan kapan saja.
Bagi warga, listrik mungkin terasa biasa. Tapi bagi petugas, satu gangguan kecil bisa berdampak besar—dari ibadah terganggu hingga momen keluarga yang terputus.
Lebaran Tanpa Mudik, Hanif Ganti dengan Video Call
Ini bukan pertama kalinya Hanif melewatkan Lebaran di tempat tugas.
Tahun ini pun ia kembali masuk tim siaga. Momen yang biasanya diisi sungkem langsung dengan orang tua, kini hanya bisa dilakukan lewat layar ponsel.
“Biasanya habis salat langsung sungkem, sekarang lewat video call,” katanya.
Kisah Hanif hanyalah satu dari banyak petugas PLN yang tetap bekerja saat Lebaran.
Mulai dari tim distribusi, teknik, hingga layanan pelanggan—semuanya bergerak di balik layar agar listrik tetap stabil.
General Manager PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Muchamad Chaliq Fadli, menyebut kesiapan ini sebagai komitmen menjaga kenyamanan masyarakat.
Dampak Nyata: Ibadah Lancar, Silaturahmi Tanpa Gangguan
Dengan sistem siaga dan personel tersebar di berbagai wilayah, PLN memastikan pasokan listrik tetap aman selama Idulfitri. Artinya, salat Id bisa berjalan lancar, rumah tetap terang saat kumpul keluarga, dan komunikasi dan silaturahmi tidak terputus.
Bagi Hanif dan rekan-rekannya, Lebaran di posko bukan sekadar tugas. Ini adalah bentuk pengabdian—agar setiap rumah di Tarakan tetap terang di hari kemenangan.
Dan bagi warga, mungkin tidak semua melihat mereka. Tapi manfaatnya terasa di setiap lampu yang tetap menyala.***
BACA JUGA

