Load Factor Bacitra di Balikpapan Capai 90 Persen, BPTD Kaltim Dorong Penambahan Koridor

Bacitra Balikpapan
Drop zone bacitra Balikpapan saat ini hingga masuk ke area Bandara Sepinggan. (Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Tingkat keterisian penumpang atau load factor angkutan umum Balikpapan City Trans (Bacitra) di Kota Balikpapan tercatat cukup tinggi hingga 90 persen.

Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald menyebutkan, rata-rata tingkat okupansi Bacitra telah mencapai sekitar 90 persen.

Menurut Renhard, angka tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap angkutan umum di Balikpapan mulai meningkat. Bahkan, tingkat keterisian tersebut dinilai sudah mendekati kapasitas maksimal.

“Load factor Bacitra saat ini sekitar 90 persen. Artinya sebagian besar kursi di dalam kendaraan sudah terisi penumpang. Ini menunjukkan penggunaan angkutan umum di Balikpapan cukup tinggi,” kata Renhard, Senin (9/10/2026).

Ia menjelaskan, load factor merupakan indikator yang menggambarkan perbandingan antara kapasitas tempat duduk dengan jumlah penumpang yang menggunakan layanan transportasi. Jika mencapai 100 persen, berarti seluruh kursi di dalam kendaraan telah terisi penuh.

Melihat tren positif tersebut, pihaknya berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan penggunaan Bacitra. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan layanan melalui penambahan koridor serta penambahan unit armada.

Ke depan, jaringan layanan Bacitra direncanakan menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk kawasan Balikpapan Barat, Manggar hingga Kilometer 24.

“Harapannya masyarakat bisa mencapai titik asal dan tujuan dengan menggunakan Bacitra atau angkutan umum. Dengan begitu mobilitas warga bisa lebih mudah tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Renhard menilai, peningkatan penggunaan transportasi umum juga akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan keselamatan lalu lintas. Di antaranya penghematan konsumsi bahan bakar, penurunan emisi gas buang, serta pengurangan gas rumah kaca.

Selain itu, penggunaan angkutan umum juga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama dengan mendorong peralihan pengguna sepeda motor ke transportasi publik.

“Kemacetan bisa berkurang jika masyarakat beralih ke angkutan umum. Naik sepeda motor memiliki risiko tinggi dan biaya yang tidak sedikit. Sementara dengan Bacitra, masyarakat cukup duduk nyaman dan sampai tujuan,” jelasnya.

Bangun Pola Pikir

Ia juga menekankan bahwa pengembangan transportasi publik tidak hanya soal layanan, tetapi juga membangun perubahan pola pikir masyarakat.

Renhard mengutip pernyataan mantan Wali Kota Bogota yang menyebutkan bahwa kota maju bukanlah kota di mana masyarakat miskin mampu membeli mobil pribadi, melainkan kota di mana masyarakat kaya justru menggunakan transportasi umum.

Menurutnya, konsep tersebut menunjukkan bahwa angkutan umum dapat menjadi bagian dari gaya hidup modern.

“Transportasi umum harus menjadi lifestyle. Orang-orang berdasi pun tidak boleh merasa malu menggunakan angkutan umum. Justru angkutan umum harus bisa menjangkau pusat-pusat kegiatan seperti bandara, pelabuhan, hingga pusat perbelanjaan,” katanya.

Dengan layanan yang semakin nyaman, terintegrasi, dan menjangkau banyak kawasan, pemerintah berharap Bacitra dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari di Kota Balikpapan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses