Lurah Mekarsari Imbau Warga Disiplin Buang Sampah Sesuai Jadwal TPS untuk Cegah Penumpukan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kelurahan Mekarsari kembali mengingatkan warga untuk membuang sampah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS), yang sebagian besar disebabkan oleh warga membuang sampah di luar jam operasional. 

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta risiko kesehatan.

Lurah Mekarsari Evi Nurhayanti menegaskan bahwa pihak kelurahan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan telah menetapkan jadwal pembuangan sampah untuk menjaga ketertiban dan efektivitas pengangkutan oleh petugas. 

“Kami mengimbau warga agar membuang sampah pada waktu yang sudah ditetapkan. Jadwal ini bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kita bersama,” ujar Evi, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, jadwal pengoperasian TPS disesuaikan dengan waktu pengangkutan truk sampah agar tidak terjadi penumpukan yang bisa berlangsung berjam-jam bahkan seharian. Di Kelurahan Mekarsari, jam pembuangan sampah rata-rata dimulai pukul 18.00–06.00 Wita, menyesuaikan pola pengangkutan yang dilakukan pada pagi hari. Namun kenyataannya, masih terdapat warga yang membuang sampah di siang hari saat TPS sudah ditutup.

“Petugas kami beberapa kali menemukan sampah dibuang pada siang hari ketika TPS sedang tidak beroperasi. Akibatnya, sampah berserakan dan menumpuk karena tidak langsung terangkut. Ini tentu merugikan banyak pihak,” jelas Evi.

Ia menambahkan, kedisiplinan warga sangat diperlukan karena keterbatasan kapasitas TPS, terutama di kawasan permukiman padat. Sampah yang dibuang tidak sesuai waktu sering kali membuat area TPS penuh sebelum truk pengangkut tiba. Situasi tersebut dapat memicu keluhan dari warga sekitar karena bau menyengat dan mengundang hewan liar seperti kucing dan tikus.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah kelurahan mulai memperkuat sosialisasi melalui ketua RT, pemasangan spanduk imbauan, serta pengawasan rutin oleh petugas kebersihan. Pihak kelurahan juga membuka kanal aduan bagi warga yang ingin melaporkan pembuangan sampah sembarangan atau pelanggaran jadwal.

“Kami berharap seluruh warga dapat bekerja sama. Mengikuti jadwal TPS adalah langkah sederhana, tetapi dampaknya besar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tegas Evi.

Evi juga mengingatkan agar warga tidak menumpuk sampah di luar TPS atau membuangnya di drainase, karena hal tersebut dapat menyebabkan penyumbatan saluran air yang berpotensi memicu banjir saat hujan deras. 

Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi merupakan komitmen bersama sebagai bagian dari budaya hidup bersih.

“Kalau semua warga disiplin, lingkungan akan lebih rapi, TPS tetap tertib, dan petugas pun bisa bekerja maksimal. Mari sama-sama menjaga Mekarsari tetap bersih,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses