Manggar Disorot, DPRD Dorong Pembangunan SMA/SMK di Balikpapan Timur
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kelurahan Manggar menjadi sorotan dalam pemenuhan fasilitas pendidikan di Balikpapan Timur. Wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 50.000 jiwa itu hingga kini belum memiliki sekolah tingkat menengah atas (SMA/SMK).
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menilai kondisi tersebut sebagai persoalan serius yang harus segera ditangani. Ia mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar segera menuntaskan penetapan lokasi (penlok) pembangunan sekolah pada tahun ini.
Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan fisik dapat direalisasikan pada 2027 mendatang.
“Semoga tahun ini penetapan lokasi bisa selesai, sehingga pembangunan fisik bisa masuk di 2027,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia mengungkapkan, secara keseluruhan jumlah penduduk Balikpapan Timur telah mencapai lebih dari 80.000 jiwa, yang tersebar di 300 RT dan empat kelurahan. Namun, kondisi tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pendidikan, khususnya untuk jenjang lanjutan.
Saat ini, Balikpapan Timur hanya memiliki dua sekolah tingkat menengah, yakni SMA 7 dan SMK 5. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menampung lulusan SMP setiap tahunnya.
“Kekurangan di wilayah timur sangat terasa. Kita sangat membutuhkan sekolah jenjang lanjutan seperti SMA dan SMK,” katanya.
Minimnya fasilitas pendidikan ini berdampak pada tingginya selisih antara jumlah lulusan SMP dengan daya tampung SMA/SMK yang tersedia. Akibatnya, banyak siswa harus mencari sekolah ke luar wilayah atau bahkan kesulitan melanjutkan pendidikan.
Gasali menilai kondisi ini menunjukkan belum meratanya pembangunan pendidikan di setiap wilayah Balikpapan.
“Artinya sangat minim sekali pemerataan fasilitas pendidikan di setiap wilayah,” tuturnya.
Miliki 100 RT
Ia menyoroti secara khusus Kelurahan Manggar yang memiliki sekitar 100 RT dengan jumlah penduduk mencapai 50.000 jiwa, namun belum memiliki satu pun sekolah lanjutan.
“Di Manggar itu tidak ada sama sekali SMA atau SMK, padahal jumlah penduduknya sangat besar,” imbuhnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Balikpapan Timur, Gasali mengaku terus mendorong persoalan ini agar menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki kewenangan pada jenjang pendidikan menengah.
Ia berharap seluruh tahapan, mulai dari penetapan lokasi hingga penganggaran, dapat berjalan sesuai rencana agar pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan.
Dengan adanya penambahan fasilitas pendidikan, diharapkan siswa di Balikpapan Timur tidak lagi kesulitan mendapatkan akses pendidikan lanjutan dan pemerataan layanan pendidikan di Kota Balikpapan dapat terwujud.***
BACA JUGA
