Mariano Peralta Tabuh Genderang Perang: 7 Laga Sisa Borneo FC Adalah Final Demi Gelar Juara!
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Penyerang sayap andalan Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta, mengirim pesan kuat kepada para pesaing di BRI Super League 2025/2026. Usai tampil gemilang menghancurkan PSBS Biak dengan skor 5-1, Sabtu (11/4/2026), pemain asal Argentina ini menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk bersantai bagi skuat Pesut Etam.
Peralta secara terbuka menyebut bahwa tujuh pertandingan tersisa musim ini bukan lagi sekadar laga biasa, melainkan tujuh partai final yang akan menentukan takdir mereka di tangga juara.
Misi Sapu Bersih Tujuh Laga Terakhir
Bagi Peralta, konsistensi adalah harga mati jika Borneo FC ingin mencapai target tertinggi di akhir musim. Ia meyakini bahwa menyapu bersih kemenangan di sisa kompetisi akan membawa tim kebanggaan Samarinda ini ke tujuan yang diimpikan.
“Sekarang sudah ada tujuh pertandingan final yang menanti. Apabila kami mampu memenangkan semuanya, maka tim ini akan ada di tujuan yang diharapkan,” ujar Peralta dengan penuh keyakinan, dikutip dari laman ileague.
Mentalitas “final” ini dianggap krusial untuk menjaga fokus pemain, mengingat persaingan di papan atas klasemen semakin sengit menjelang akhir musim.
Dominasi yang Menghancurkan PSBS Biak
Pernyataan Peralta tersebut didukung dengan performa nyata di lapangan. Dalam laga kontra PSBS Biak di Stadion Segiri, Peralta menjadi aktor intelektual dengan torehan dua gol dan satu assist, yang sekaligus menobatkannya sebagai Oppo Player of The Match.
Ia mengungkapkan kunci dominasi timnya adalah kecepatan reaksi dan mentalitas menyerang yang tidak kendur meski lawan sempat menyamakan kedudukan.
“Kuncinya adalah bagaimana kami memulai pertandingan dengan tempo cepat. Kami mampu dominan di sepanjang pertandingan, itulah alasan mengapa kami ada di posisi sekarang,” tambah pemain yang kini menjalani musim keduanya di Samarinda tersebut.
Dukungan Fans Jadi Energi Tambahan
Menghadapi tujuh laga “final” ke depan, Peralta mengaku sangat bergantung pada atmosfer Stadion Segiri. Kehadiran suporter yang militan dianggap sebagai napas tambahan bagi skuat asuhan Pieter Huistra.
“Kami sangat merasakan bagaimana dukungan dari fans begitu luar biasa,” pungkasnya.
Dengan tujuh laga sisa yang dianggap sebagai final, Borneo FC kini berada dalam mode tempur penuh untuk mengamankan trofi BRI Super League musim ini.
BACA JUGA
