Masih Tayang di Bioskop! Materi Promo Film “Aku Harus Mati” Dikritik IDAI, Dinilai Berisiko bagi Kesehatan Mental
JAKARTA, inibalikpapan.com— Billboard promosi film Aku Harus Mati menuai kritik dari Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, yang menilai materi tersebut berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan mental anak dan remaja.
Melalui pernyataan di media sosial, dr. Piprim menyoroti penggunaan kalimat “Aku Harus Mati” yang terpampang di ruang publik. Menurutnya, pesan tersebut dapat memicu persepsi berbahaya, terutama bagi anak dan remaja yang sedang mengalami masalah psikologis.
“Kasus gangguan mental pada anak dan remaja terus meningkat. Ketika mereka melihat pesan seperti ini di ruang publik, ada risiko memicu pikiran negatif,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026), melansir dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.
Ia mempertanyakan bagaimana materi promosi tersebut dapat terpampang secara luas di ruang publik tanpa mempertimbangkan dampak psikologisnya. Sebagai dokter anak, ia menyatakan keberatan terhadap konten visual yang sensitif tersebut.
Dr. Piprim juga meminta pihak berwenang untuk menertibkan billboard tersebut agar tidak mudah akses anak dan remaja.
Menurutnya, isu kesehatan mental perlu menjadi perhatian serius, termasuk dalam pengawasan konten yang beredar di ruang publik.
Film Aku Harus Mati sendiri merupakan garapan sutradara Hestu Saputra yang mengangkat tema horor dengan latar fenomena sosial masyarakat urban. Film ini menghadirkan Hana Saraswati, Amara Sophie, dan Mila Rosinta. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak produser terkait kritik tersebut.***
BACA JUGA
