Masjid Negara IKN Segera Difungsikan untuk Publik, Salat Subuh Perdana Diimami Menteri Agama

Salat berjamaah tersebut diimami langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, sekaligus menandai kesiapan masjid sebagai ruang ibadah publik di kawasan inti IKN. (Foto: OIKN)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memasuki tahap pemanfaatan dengan terlaksananya salat Subuh berjamaah perdana, Minggu (11/1).

Salat berjamaah tersebut diimami langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, sekaligus menandai kesiapan masjid sebagai ruang ibadah publik di kawasan inti IKN.

Nasaruddin bilang, salat berjamaah ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan operasional Masjid Negara seiring meningkatnya aktivitas pemerintahan dan masyarakat di kawasan IKN.

Dalam ceramahnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pembangunan spiritual yang berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Ia menyampaikan bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai ruang pembinaan moral dan kebersamaan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Masjid bukan sekadar bangunan megah, melainkan rumah bersama yang memancarkan cinta, kedamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dari sinilah semangat persaudaraan dan keadaban publik harus tumbuh,” ujar Menag dalam khutbahnya.

Usai pelaksanaan salat, Menteri Agama bersama Kepala Otorita IKN meninjau langsung kesiapan operasional Masjid Negara. Peninjauan meliputi sarana ibadah, fasilitas pendukung, hingga aspek kenyamanan dan aksesibilitas jamaah, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Masjid Negara IKN diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang sosial dan budaya yang inklusif. Keberadaannya diharapkan dapat menunjang kebutuhan spiritual pegawai pemerintah, pekerja, dan masyarakat yang mulai beraktivitas di kawasan ibu kota baru.

Seiring bertambahnya aktivitas, Otorita IKN berharap Masjid Negara berperan sebagai perekat sosial yang menumbuhkan nilai toleransi, kebersamaan, dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat. Dari masjid ini, semangat keagamaan yang moderat dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan diharapkan tumbuh seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses