Menaker Yassierli Targetkan Pemerataan Magang Nasional 2026: Tak Lagi Jawa-Sentris, Sasar Keunggulan Daerah
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmennya untuk merombak peta sebaran Program Pemagangan Nasional pada tahun 2026. Menaker menargetkan agar kesempatan magang tidak lagi hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, melainkan menjangkau seluruh provinsi di tanah air demi membuka peluang kerja yang adil bagi lulusan baru di daerah.
Berdasarkan data dari platform MagangHub, penumpukan peserta magang saat ini masih sangat dominan di Pulau Jawa. Hal inilah yang ingin diubah melalui penguatan ekosistem magang di tiap wilayah.
Strategi Berbasis Sektor Unggulan Daerah
Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, Kemnaker tidak hanya mengejar kuota angka, melainkan melakukan pemetaan target yang lebih realistis dan berkualitas.
“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” ujar Yassierli, dikutip dari laman resmi Kemnaker, Jumat (27/2/2026).
Strategi penguatan ekosistem di daerah akan mencakup:
- Pemetaan Industri: Menyesuaikan program magang dengan potensi ekonomi spesifik tiap provinsi.
- Kualitas Mentor: Mendorong daerah memiliki mentor bersertifikat yang siap membimbing peserta.
- Kemitraan Aktif: Memperbanyak mitra penyelenggara dari sektor swasta maupun instansi pemerintah di luar Pulau Jawa.
Optimalisasi MagangHub: Perusahaan Daerah Harus ‘Naik Kelas’
Menaker menekankan bahwa proses pemilihan tempat magang melalui portal MagangHub akan dibuat lebih adil. Meskipun peserta bebas memilih perusahaan tujuan, pemerintah akan mengintervensi algoritma platform agar perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan dan terlihat menarik.
Namun, hal ini juga menjadi tantangan bagi pelaku industri di daerah. Perusahaan harus menunjukkan komitmen nyata, seperti:
- Menyediakan rencana pembelajaran yang terstruktur.
- Dukungan fasilitas yang memadai bagi peserta.
- Standar pembinaan yang profesional.
“Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” tandas Yassierli.
Peluang Besar bagi Lulusan Baru di Kaltim
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi lulusan SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Kalimantan Timur. Dengan fokus pada sektor unggulan, industri di Kaltim seperti energi, logistik, dan jasa diharapkan dapat menyerap lebih banyak pemagang lokal melalui ekosistem yang lebih tertata dan standar pembinaan yang setara dengan perusahaan-perusahaan besar di Jawa. / Setneg
BACA JUGA
