Mengenal Tradisi Imlek dan Cap Go Meh di “Hongkong Van Borneo” yang Mendunia

Klenteng Guang De Mio Pasarbaru Balikpapan mempercantik menyambut Imlek
Klenteng Guang De Mio Pasarbaru Balikpapan mempercantik menyambut Imlek

SINGKAWANG, Inibalikpapan.com – Jika bicara soal kemeriahan Tahun Baru Imlek di Indonesia, maka mata dunia akan tertuju pada satu titik di Kalimantan Barat: Singkawang. Kota yang dijuluki “Hongkong Van Borneo” ini menjadi pusat perayaan Imlek terbesar dan paling ikonik, berkat persentase etnis Tionghoa (mayoritas suku Hakka) yang mencapai 40% hingga 70% dari populasi kota.

Perayaan di Singkawang bukan sekadar ritual ibadah, melainkan magnet wisata budaya yang memperlihatkan asimilasi harmonis antara budaya Tionghoa, Dayak, dan Melayu.

Pawai Tatung: Puncak Cap Go Meh yang Ekstrem

Agenda yang paling dinanti adalah perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15 setelah Imlek. Singkawang dikenal dengan Pawai Tatung, sebuah ritual tolak bala yang ekstrem dan mendebarkan.

  • Aksi Mistis: Para Tatung (orang yang dirasuki roh atau dewa) melakukan pawai sambil menunjukkan kekebalan tubuh, seperti menusuk pipi dengan kawat tajam hingga berdiri di atas mata pedang.
  • Makna Ritual: Aksi ini dipercaya untuk membersihkan kota dari roh jahat dan memohon keselamatan bagi seluruh warga.

Lautan Lampion dan Ornamen Shio

Sepanjang perayaan, wajah kota Singkawang berubah total. Ribuan lampion merah menyala menghiasi setiap sudut jalan, terutama di kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya dan Tugu Naga. Ornamen shio raksasa yang memukau juga terpasang sejak awal Januari, menambah kesan megah pergantian tahun.

Rangkaian Tradisi Khas Singkawang

Selain Tatung, terdapat beberapa ritual penting yang rutin dilaksanakan:

  1. Cuci Jalan & Ritual Ket Sam Thoi: Ritual pembersihan jalan secara spiritual oleh para Tatung dan rohaniawan sebelum hari puncak, serta sembahyang kepada Dewa Langit.
  2. Pawai Naga & Kembang Api: Replika naga berukuran raksasa akan berkeliling kota diiringi dentuman kembang api yang memecah langit malam pergantian tahun.
  3. Festival Kuliner di Stadion Kridasana: Pusat kuliner yang menyajikan berbagai makanan khas Tionghoa, berdampingan dengan panggung seni yang menampilkan kolaborasi budaya Tionghoa dan Dayak.

Simbol Toleransi di Kalimantan

Keunikan Imlek di Singkawang terletak pada keterlibatan berbagai etnis. Tidak jarang kita melihat elemen budaya Dayak dan Melayu dalam ornamen maupun panggung budaya. Keharmonisan inilah yang menjadikan Singkawang berkali-kali dinobatkan sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.

Bagi pengunjung lokal maupun mancanegara, merayakan Imlek di Singkawang adalah pengalaman sekali seumur hidup untuk merasakan atmosfer tradisional Tiongkok di tanah Kalimantan. ***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses