Menhub Warning Operator Transportasi: Wajib Sopir Cadangan dan Cek Kelaikan Armada Jelang Arus Balik 2026
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh operator transportasi di semua moda untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas absolut menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026. Fokus utama diarahkan pada kelaikan armada, kondisi fisik awak kendaraan, hingga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
Menhub menekankan bahwa lonjakan pergerakan masyarakat pada arus balik tahun ini menuntut kesiapan ekstra agar perjalanan tetap aman dan terkendali.
Aturan Ketat: Sopir Wajib Istirahat dan Ada Cadangan
Salah satu poin krusial yang ditegaskan Menhub adalah manajemen waktu kerja pengemudi. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan (fatigue).
- Perjalanan > 8 Jam: Operator wajib menyediakan pengemudi cadangan.
- Waktu Istirahat: Sopir wajib istirahat minimal 1 jam sebelum melanjutkan perjalanan setelah berkendara durasi panjang.
- Fasilitas: Memanfaatkan rest area secara optimal dan tidak memaksakan diri saat kondisi fisik menurun.
“Kondisi fisik dan kesehatan awak kendaraan harus benar-benar prima. Jangan memaksakan diri jika lelah,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Rapor Rampcheck: 91% Kapal dan 99% Kereta Api Laik Operasi
Hingga 23 Maret 2026, Kemenhub telah melakukan inspeksi keselamatan (rampcheck) secara masif di berbagai moda transportasi dengan hasil sebagai berikut:
| Moda Transportasi | Jumlah Unit Diperiksa | Tingkat Kelaikan / Kondisi |
| Kereta Api | 3.679 Sarana | 99,78% Laik Operasi |
| Angkutan Laut | 836 Kapal | 91,34% Memenuhi Standar |
| Penyeberangan | 232 Kapal | 91,34% Memenuhi Standar |
| Udara (Pesawat) | 564 Unit | 372 Unit Serviceable (65,9%) |
| Darat (Bus Umum) | 60.946 Unit | Dalam Pengawasan Intensif |
Waspada Cuaca Ekstrem dan Pantau BMKG
Selain kesiapan teknis, Menhub mengimbau masyarakat dan operator untuk aktif memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Potensi cuaca buruk di sejumlah lintasan mudik dapat memengaruhi keselamatan pelayaran dan penerbangan, serta kelancaran jalur darat.
“Masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan dasar informasi cuaca terkini. Kolaborasi antara pemerintah, operator, dan kepatuhan masyarakat adalah kunci arus balik yang selamat,” tambah Menhub.
Kemenhub memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat di seluruh simpul transportasi guna menjamin mobilitas masyarakat tetap nyaman hingga akhir masa angkutan Lebaran.
BACA JUGA
