Menkopolkam Cek Kesiapan RDMP Balikpapan: Objek Vital Penentu Ketahanan Energi Saat Geopolitik Memanas
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – RDMP Balikpapan mulai memasuki tahap kesiapan operasional. Proyek kilang terbesar di Indonesia ini akan menaikkan kapasitas pengolahan minyak dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari. Di tengah ketegangan geopolitik dunia, proyek ini dinilai menjadi kunci penguatan pasokan energi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) RI Djamari Chaniago meninjau langsung perkembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Selasa (3/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek strategis nasional tersebut dalam memperkuat pasokan energi Indonesia. Hal ini menjadi penting terutama menjelang meningkatnya kebutuhan BBM selama Ramadan dan Idulfitri.
Dalam kunjungan itu, Menkopolkam didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Pangdam VI Mulawarman, serta Wakapolda Kalimantan Timur.
Proyek RDMP Balikpapan dirancang meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
Peningkatan ini menjadikan Kilang Balikpapan sebagai salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Indonesia.
Selain kapasitas yang meningkat, kompleksitas kilang juga ditingkatkan agar mampu menghasilkan produk bahan bakar dengan kualitas lebih tinggi dan bernilai tambah.
“Tujuan saya datang ke sini untuk melihat langsung kesiapan operasional RDMP Balikpapan sebagai bagian penting dari ketahanan energi nasional,” kata Djamari.
Ketegangan Global Jadi Perhatian Pemerintah
Kunjungan tersebut juga dilakukan di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil.
Konflik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia. Karena itu pemerintah memastikan proyek kilang strategis nasional dapat beroperasi optimal.
Djamari menegaskan, pengamanan proyek juga menjadi perhatian utama karena RDMP Balikpapan termasuk objek vital nasional.
“Proyek ini harus dijaga bersama. Pangdam dan Kapolda diharapkan memastikan keamanan wilayah, termasuk jalur laut agar tidak terjadi gangguan terhadap jalur pipa minyak,” ujarnya.
Cadangan Energi Nasional Masih Terbatas
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal cadangan energi nasional.
Menurutnya, cadangan BBM nasional saat ini masih sekitar 20 hari dan sebagian besar masih berupa cadangan operasional.
“Kita belum memiliki cadangan energi nasional yang memadai. Karena itu penguatan infrastruktur energi seperti RDMP Balikpapan sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menyampaikan bahwa pembangunan RDMP saat ini sudah memasuki tahap persiapan operasional untuk sejumlah unit utama.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat, daerah, serta aparat keamanan dapat memastikan proyek berjalan aman dan optimal.
“Kami berharap sinergi semua pihak dapat mendukung operasional RDMP Balikpapan sehingga mampu meningkatkan kapasitas pengolahan energi nasional,” katanya.
Dengan peningkatan kapasitas kilang ini, Balikpapan diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat industri energi nasional.
Selain meningkatkan pasokan BBM, proyek RDMP juga dinilai akan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan Kalimantan Timur, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).***
BACA JUGA
