Meski Ada 200 Suspek Campak, Balikpapan Belum Masuk Daerah Endemis
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat sekitar 200 kasus suspek campak yang ditemukan pada anak-anak hingga orang dewasa dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pemerintah memastikan Balikpapan belum termasuk daerah endemis campak seperti yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, mengatakan sebagian besar kasus yang terdata merupakan suspek campak yang ditemukan melalui pemantauan fasilitas kesehatan.
“Data yang masuk sekitar 200 kasus suspek, terdiri dari anak-anak hingga dewasa. Namun Balikpapan tidak termasuk daerah endemis campak yang harus dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI) oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Meski belum masuk kategori kejadian luar biasa, Dinas Kesehatan tetap melakukan langkah antisipasi melalui program kejar imunisasi. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak agar segera dilindungi dari risiko penularan.
Menurut Alwiati, campak merupakan penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Anak yang telah mendapatkan vaksin biasanya hanya mengalami gejala ringan apabila tetap terinfeksi.
“Yang menjadi perhatian adalah anak-anak yang belum imunisasi. Jika terpapar virus campak, gejalanya bisa lebih berat. Karena itu kami melakukan kejar imunisasi bagi yang belum mendapat vaksin,” jelasnya.
Selain imunisasi, Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan. Orang dewasa diingatkan untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi atau anak kecil.
“Ketika menyentuh atau menggendong bayi, sebaiknya dalam kondisi tangan bersih. Jangan sembarangan mencium bayi karena bisa saja seseorang membawa virus tanpa disadari,” katanya.
Pastikan Pengobatan Tepat
Untuk pasien yang terpapar campak, Dinas Kesehatan memastikan pengobatan dapat dilakukan secara gratis di fasilitas kesehatan. Pasien juga diminta menjalani isolasi mandiri untuk mencegah penularan lebih luas.
“Pasien yang terkonfirmasi atau suspek campak disarankan menjalani isolasi mandiri sekitar dua minggu. Tujuannya agar tidak menularkan virus kepada orang lain,” ujar Alwiati.
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan juga telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan campak kepada fasilitas pelayanan kesehatan serta masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi serta pencegahan penyakit menular.
Pemerintah kota berharap masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dengan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap serta menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Upaya tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran campak di Kota Balikpapan.***
BACA JUGA
