Meski Harga Beras Stabil, Minyak Goreng Mulai Langka di Pasar Tradisional Balikpapan

Meski Harga Beras Stabil, Minyak Goreng Mulai Langka di Pasar Tradisional Balikpapan
Petugas melakukan pengecekan harga dan takaran beras di salah satu kios pasar tradisional Balikpapan saat monitoring ketersediaan bahan pokok. Foto: Ist

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Warga Balikpapan mulai kesulitan mencari minyak goreng di pasar tradisional. Sudah hampir sepekan stok kosong di sejumlah lapak, sementara harga beras masih terpantau stabil. Pedagang mengaku kiriman terakhir datang lima hari lalu dan jumlahnya terbatas.

Di Toko Sembako Edi, harga beras medium masih Rp14.000 per kilogram dan premium Rp15.400 per kilogram. Hampir semua merek dijual dengan harga seragam dan belum menunjukkan kenaikan.

Pemilik toko, Juni Edi, mengatakan stok beras masih aman karena aktivitas pasar sedang tidak terlalu ramai.

“Beras medium Rp14.000, premium Rp15.400. Belum ada kenaikan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Sepinya pembeli justru membuat distribusi beras tetap terkendali.

Berbeda dengan beras, minyak goreng justru menjadi barang yang paling dicari.

Menurut Edi, kiriman terakhir diterima pada 19 Februari 2026, itu pun hanya sekitar 30 dus. Sejak itu, stok habis dan belum ada pengiriman lanjutan dari distributor.

“Sekarang kosong, sudah hampir seminggu. Terakhir datang tanggal 19 Februari, itu pun hanya 30 dus. Kami masih menunggu pasokan berikutnya,” katanya.

Sebelum benar-benar habis, toko sempat membatasi pembelian maksimal dua liter per orang untuk mencegah aksi borong.

Harga Masih Sesuai HET, Tapi Barang Sulit Ditemukan

Meski langka, harga minyak goreng masih mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Belum ada kenaikan di tingkat pengecer.

Namun bagi warga, harga stabil tidak banyak berarti jika barangnya sulit ditemukan.

Pedagang berharap distribusi segera kembali normal, terutama jika permintaan rumah tangga meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Jika pasokan belum lancar, bukan tidak mungkin pembatasan pembelian kembali diterapkan.

Dengan harga beras yang masih stabil, kini perhatian warga Balikpapan tertuju pada kelancaran distribusi minyak goreng agar aktivitas dapur tetap berjalan dan daya beli masyarakat tidak terganggu.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses