Misi Reboisasi Bambu Kuning di Gala Puncak Balikpapan, Benteng Penangkis Polusi dan Longsor

Proses pengembangbiakan bambu kuning di Gala Puncak, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara untuk ditanam di tempat yang berbeda agar semakin banyak vegetasi pohon bambu demi lingkungan asri dan nyaman, Minggu (18/1/2026). Dari Gala Puncak Balikpapan, bambu kuning membuktikan bahwa aksi kecil bisa memberikan keuntungan besar bagi semesta. Mari menanam sebelum terlambat datang mara bahaya longsor dan cuaca panas ekstrem.
Proses pengembangbiakan bambu kuning di Gala Puncak, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara untuk ditanam di tempat yang berbeda agar semakin banyak vegetasi pohon bambu demi lingkungan asri dan nyaman, Minggu (18/1/2026). Dari Gala Puncak Balikpapan, bambu kuning membuktikan bahwa aksi kecil bisa memberikan keuntungan besar bagi semesta. Mari menanam sebelum terlambat datang mara bahaya longsor dan cuaca panas ekstrem.

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Bukan sekadar tanaman hias, bambu kuning di Gala Puncak ini punya misi rahasia. Benarkah ia mampu menangkis polusi udara dan gas buang kendaraan di pemukiman padat? Temukan jawabannya dalam aksi hijau di pagi hari. 

Kala sinar fajar mulai menyingsing dan menyentuh dataran tinggi Gala Puncak RT 25, Perum Pesona Bukit Batuah, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur ada sebuah harmoni yang tercipta antara manusia dan alam, Minggu (18/1/2026) pagi. 

Kehangatan mentari menjadi saksi langkah awal sebuah inisiatif sederhana namun bermakna besar bagi semesta: merawat kehidupan dari balik rumpun bambu.

Fokus aktivitas pagi itu tertuju pada sosok bambu kuning langsing yang tumbuh subur di kawasan tersebut.

Di sela-sela rimbunnya daun, ditemukan beberapa anakan atau bibit bambu yang telah siap untuk dipindahkan.

Inilah titik awal dari sebuah misi pengembangbiakan, di mana bibit-bibit ini akan menjadi “duta hijau” yang ditanam di lokasi-lokasi baru agar terus beranak-pinak.

Tujuan dari aksi nyata ini sangat mendasar namun krusial, yakni menjaga kelestarian bumi.

Di tengah kepadatan bangunan beton perkotaan Balikpapan, menghadirkan aroma “hutan” di lingkungan RT adalah sebuah kemewahan.

Melalui bambu kuning, suasana pemukiman diharapkan bisa berubah menjadi lebih teduh, rindang, dan memberikan pasokan udara segar bagi warga sekitar.

Lebih dari sekadar penghias mata, pohon bambu yang tumbuh semarak memiliki peran sebagai benteng alami.

Ia bertugas menangkal polusi udara, menyaring debu kotor, hingga meminimalisir dampak gas buang kendaraan yang kerap merambah pekarangan rumah.

Bambu menjadi filter alami yang bekerja dalam diam demi kesehatan penghuni rumah.

Meski disadari bahwa bambu kuning bukanlah solusi sempurna yang mampu menghilangkan seluruh polusi, namun kontribusinya bagi pemukiman penduduk tidak bisa dipandang sebelah mata.

Setidaknya, ada hasil nyata yang dirasakan untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi.

Lawan polusi bukanlah hal yang pusing tujuh keliling, mencari udara yang bersih tidak harus keluar mahal. Menjauhkan dari petaka longsor bukanlah hal yang sukar.

Dari Gala Puncak Balikpapan, bambu kuning membuktikan bahwa aksi kecil bisa memberikan keuntungan besar bagi semesta. Mari menanam sebelum terlambat!

Sebuah ungkapan syukur layak diberikan kepada alam; terima kasih bambu, manfaatmu sungguh bukan main-main. (*)

Oleh: Budi Susilo, pegiat lingkungan Gala Puncak

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses