Mobil Pajak Keliling di Perumahan ASN, Dorong Budaya Taat Pajak

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus menggencarkan upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui strategi jemput bola. Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) menghadirkan mobil layanan pajak keliling yang kali ini beroperasi langsung di kompleks Perumahan Pemerintah Daerah Kota Balikpapan.

Mobil layanan tersebut membuka akses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara langsung kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di kawasan tersebut. Dengan cara ini, pemerintah ingin memperkuat kesadaran ASN akan tanggung jawab ganda mereka: sebagai pelayan publik sekaligus teladan warga dalam kepatuhan pajak.

Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham, menegaskan bahwa ASN seharusnya menjadi pionir dalam mendukung gerakan taat pajak.

“Kami mengajak seluruh ASN untuk menjadi pionir dalam kepatuhan pajak. Kehadiran mobil layanan ini bukan hanya mempermudah proses pembayaran, tapi juga menegaskan komitmen kami dalam membangun kota secara kolektif,” ujarnya, Senin (21/07/2025).

Dorong Kemudahan dan Edukasi Digital

Idham menjelaskan, strategi jemput bola ini tidak hanya menyasar ASN, melainkan juga menjadi bagian dari kampanye edukasi pajak kepada masyarakat umum. BPPDRD menyadari bahwa kemudahan akses merupakan kunci peningkatan kepatuhan pajak.

Dalam kesempatan itu, petugas BPPDRD juga menyosialisasikan aplikasi digital “Kontengan” (Konfirmasi Tunggakan dan Tagihan Pajak Online). Aplikasi ini memungkinkan warga memperoleh informasi sekaligus melakukan pembayaran pajak daerah secara daring.

“Aplikasi ini memudahkan warga mengakses informasi dan melakukan pembayaran pajak dari mana saja. Tidak perlu lagi antre ke kantor pajak, cukup lewat genggaman tangan,” jelas Idham.

Targetkan 90 Persen Realisasi Pajak

Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan realisasi pajak daerah tahun ini dapat mencapai lebih dari 90 persen. Untuk itu, mobil layanan keliling akan terus menyambangi kawasan permukiman, perkantoran, hingga ruang publik yang padat aktivitas.

Idham menegaskan, pajak bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan juga pondasi utama dalam pembangunan daerah. Dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai layanan publik, infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.

“Kami tidak hanya menagih pajak, tapi juga membangun kesadaran. Setiap rupiah yang dibayarkan warga memiliki peran besar dalam pembangunan Balikpapan,” tegasnya.

Respon Positif dari ASN dan Warga

Program layanan keliling ini mendapat sambutan positif dari ASN yang tinggal di kompleks perumahan tersebut. Banyak yang merasa terbantu karena bisa melunasi kewajiban pajaknya tanpa harus meluangkan waktu ke kantor pajak.

“Dengan adanya mobil layanan, kami merasa lebih mudah dan cepat. Sekaligus jadi pengingat untuk disiplin membayar pajak tepat waktu,” ujar salah seorang ASN yang ikut memanfaatkan layanan tersebut.

Wujudkan Kota Mandiri Secara Fiskal

Idham berharap partisipasi masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat melalui inovasi layanan dan kolaborasi lintas sektor. Dengan begitu, Pemkot Balikpapan dapat mewujudkan kemandirian fiskal sekaligus memperkuat daya saing kota.

“Semakin tinggi partisipasi warga, semakin kuat pula fondasi pembangunan kita. Inilah bentuk gotong royong modern melalui pajak,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses