Mudik 2026: 77 Ribu Orang Terbang dalam Sehari, Jakarta–Balikpapan Jadi Rute Paling Padat

Antrean penumpang memadati area check-in Bandara Soekarno-Hatta saat puncak arus mudik Lebaran 2026.
Antrean penumpang memadati area check-in Bandara Soekarno-Hatta saat puncak arus mudik Lebaran 2026. (Foto: Ig/garudauntukindonesia)

JAKARTA, inibalikpapan.comPuncak Mudik 2026, Bandara Soekarno-Hatta Disesaki Penumpang. Rabu (18/3/2026) menjadi titik paling padat arus mudik Lebaran tahun ini. Dalam satu hari, Garuda Indonesia Group mengangkut sekitar 77 ribu penumpang.

Dengan rincian, Garuda Indonesia sukses menerbangkan 34 ribu orang melalui 227 penerbangan. Sementara Citilink melayani volume yang lebih besar yakni 43 ribu penumpang dalam 276 penerbangan.

Secara keseluruhan, sinergi kedua maskapai di bawah Garuda Indonesia Group ini memastikan pemudik terlayani dengan optimal selama arus mudik 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan, maskapai menambah 51 penerbangan ekstra.

Kepadatan paling terasa di Bandara Soekarno-Hatta. Antrean check-in memanjang sejak pagi, membuat sebagian penumpang datang lebih awal dari biasanya.

Rute Jakarta–Balikpapan Jadi Salah Satu Paling Sibuk

Lonjakan penumpang tidak hanya terjadi di rute wisata seperti Denpasar atau Yogyakarta. Balikpapan justru masuk daftar rute tersibuk.

Tingginya pergerakan ini dipicu dua hal yakni, arus mudik warga Kalimantan dan mobilitas pekerja dan proyek menjelang libur panjang

Bagi banyak penumpang, perjalanan kali ini bukan sekadar pulang kampung, tapi juga mengejar waktu agar bisa berkumpul dengan keluarga.

Untuk mengurangi kepadatan, Garuda Indonesia Group menambah sekitar 30 konter check-in di bandara. Langkah ini cukup membantu mempercepat proses keberangkatan di tengah lonjakan penumpang yang tajam.

Penerbangan Tetap Tepat Waktu di Tengah Lonjakan

Meski padat, performa penerbangan tetap terjaga. Garuda Indonesia mencatat On Time Performance 98%. Bahkan, Citilink mencapai 100%.

Angka ini menunjukkan operasional tetap stabil meski tekanan penumpang meningkat drastis.

Lonjakan 77 ribu penumpang dalam sehari menunjukkan satu hal: tradisi mudik tetap jadi momen penting bagi masyarakat Indonesia.

Di balik angka-angka itu, ada cerita yang sama, tentang orang-orang yang rela antre, berburu tiket, hingga datang lebih awal—demi satu tujuan sederhana. Pulang.

Dan untuk warga Balikpapan serta Kalimantan, momen ini terasa makin padat seiring meningkatnya mobilitas kawasan yang terus tumbuh.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses