Mulai 2027, Pemkot Balikpapan Fokuskan Pembangunan Lewat Program Kelurahan Madani
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) merumuskan program unggulan Kelurahan Madani (Mandiri, Adaptif, dan Inovatif) yang akan mulai diterapkan pada tahun 2027.
Program ini dirancang untuk memperkuat pembangunan dari tingkat kelurahan sebagai fondasi utama pembangunan kota.
Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Murni, mengatakan kelurahan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan. Dengan penguatan di level paling dekat dengan masyarakat, pembangunan diharapkan dapat dimulai dari skala kecil dan bertumbuh secara berkelanjutan hingga berdampak pada skala kota.
“Kelurahan Madani ini kami desain dengan tiga fokus utama, yakni sumber daya manusia, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Murni, Senin (2/2/2026).
Pada aspek sumber daya manusia (SDM), program ini diarahkan untuk menurunkan angka stunting di Kota Balikpapan yang saat ini masih berada pada angka 24,8 persen atau hampir 25 persen. Upaya penurunan stunting akan dilakukan melalui penguatan peran masyarakat di tingkat kelurahan, peningkatan kesadaran gizi, serta pemanfaatan potensi pangan lokal yang tersedia di masing-masing wilayah.
Sementara itu, pada sektor ekonomi, Kelurahan Madani akan mendorong pengembangan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) serta sektor ekonomi kreatif. Pemkot Balikpapan menilai setiap kelurahan memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi penggerak ekonomi lokal jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
“Potensi yang ada di kelurahan kita dorong untuk dikembangkan. Kegiatan-kegiatan bisa dikumpulkan dan dilakukan secara rutin sehingga mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat kelurahan,” jelasnya.
Adapun pada fokus lingkungan, program Kelurahan Madani menitikberatkan pada pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Konsep ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Murni mencontohkan praktik pengelolaan sampah di Kecamatan Balikpapan Kota, di mana sampah organik diolah menjadi maggot yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ayam petelur. Selain membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar, kegiatan tersebut juga memberikan tambahan penghasilan bagi kelompok pengelola.
Melalui program Kelurahan Madani, Pemkot Balikpapan berharap setiap kelurahan dapat berkembang menjadi pusat inovasi masyarakat yang mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perubahan, serta berkelanjutan dari sisi lingkungan.***
BACA JUGA
