Musorkot NPCI Balikpapan: Pemkot Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Olahraga Inklusif

Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) NPCI Balikpapan, Sabtu (3/1/2026).
Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) NPCI Balikpapan, Sabtu (3/1/2026).

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Balikpapan dalam membina atlet disabilitas.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Pemerintahan (Sahli Pem) Kota Balikpapan, Adamin Siregar, saat membuka Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) NPCI Balikpapan, Sabtu (3/1/2026).

Musorkot ini menjadi agenda strategis untuk menentukan arah organisasi dan penguatan prestasi atlet disabilitas Balikpapan di masa depan.

Prestasi Sebagai Bukti Inklusivitas

Dalam sambutannya, Adamin Siregar menekankan bahwa capaian para atlet NPCI selama ini telah mengharumkan nama Balikpapan di kancah regional maupun nasional. Keterbatasan fisik terbukti bukan penghalang untuk mencetak prestasi gemilang.

“Para atlet NPCI adalah inspirasi bagi kita semua. Mereka menunjukkan ketekunan dan semangat pantang menyerah. Ini sejalan dengan upaya Pemkot Balikpapan membangun SDM yang unggul, inklusif, dan berkeadilan,” tegas Adamin.

Momentum Evaluasi dan Tata Kelola Profesional

Musorkot NPCI kali ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi untuk merumuskan program kerja yang berkelanjutan. Adamin berharap forum ini melahirkan keputusan yang mampu membawa organisasi menuju tata kelola yang lebih profesional.

Pemerintah Kota Balikpapan mendorong tiga poin utama pengembangan NPCI:

  1. Pembinaan Usia Dini: Memperkuat penjaringan bibit atlet disabilitas sejak dini.
  2. Kualitas Pelatih: Meningkatkan kompetensi pelatih dan manajemen organisasi.
  3. Kolaborasi Lintas Sektor: Memperluas jejaring dengan dunia usaha dan masyarakat untuk dukungan fasilitas.

Komitmen Balikpapan: Kota Ramah Disabilitas

Pemkot Balikpapan juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan fasilitas latihan dan tanding bagi para atlet. Hal ini merupakan bagian dari visi besar mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang ramah bagi semua kalangan.

“Melalui olahraga, kita belajar bahwa kesetaraan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang harus diperjuangkan bersama,” tutup Adamin Siregar sebelum membuka Musorkot secara resmi.

Dengan dibukanya Musorkot ini, NPCI Balikpapan bersiap memasuki babak baru dalam pembinaan atlet paralimpik yang lebih terarah dan berorientasi pada prestasi internasional.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses