Natal API Balikpapan Jadi Simbol Kota Rukun

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Perayaan Natal yang digelar DPC Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Balikpapan tak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga cermin kuatnya toleransi warga. Pemerintah Kota Balikpapan menilai suasana rukun dan aman inilah yang menjadi fondasi penting masuknya investasi besar, termasuk proyek kilang RDMP.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Balikpapan, Elizabeth Emmy Roswita Toruan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Perayaan Natal DPC API Kota Balikpapan. Ia menegaskan, Natal menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan lintas umat beragama di kota ini.

Menurutnya, Balikpapan sejak lama dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai inilah yang membuat kehidupan sosial warga tetap kondusif, bahkan di tengah pertumbuhan kota yang pesat.

Kondisi Kota yang Rukun Jadi Modal Pembangunan Balikpapan

Elizabeth menyebut, kerukunan masyarakat bukan hanya berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga berpengaruh langsung pada pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi modal sosial penting bagi Balikpapan.

“Nilai kasih, kedamaian, dan kepedulian yang lahir dari semangat Natal diharapkan terus hidup dalam keseharian warga,” ujarnya.

Di luar perayaan Natal, Pemerintah Kota Balikpapan juga mencatatkan capaian positif. Pada awal 2026, Balikpapan meraih 15 penghargaan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Prestasi tersebut dinilai sebagai hasil kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah kota dan masyarakat, sekaligus bukti stabilnya kondisi sosial dan tata kelola pembangunan di Balikpapan.

RDMP Balikpapan Serap 24 Ribu Pekerja, Dampak Ekonomi Terasa

Kondisi kota yang aman dan kondusif juga mendukung masuknya proyek strategis nasional. Salah satunya adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto.

Proyek senilai sekitar Rp120 triliun ini melibatkan hingga 24 ribu tenaga kerja pada puncak konstruksi. Kehadiran RDMP dinilai memberi dampak ekonomi signifikan, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pergerakan usaha lokal di Balikpapan.

Dengan keberadaan RDMP, Balikpapan kini tak hanya berperan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga sebagai salah satu sentra ketahanan energi nasional.

“Semua ini bisa berjalan karena dukungan masyarakat yang rukun, aman, dan saling menjaga,” kata Elizabeth.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses