Nataru 2026, BPBD Balikpapan Siagakan 300 Personel Jaga Kota 24 Jam

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan sekitar 300 personel selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. 

Ratusan personel tersebut disebar di sejumlah pos dan melakukan penjagaan penuh selama 24 jam demi memastikan masyarakat merayakan pergantian tahun dengan aman dan nyaman.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana, terutama yang berkaitan dengan cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang kerap meningkat di akhir tahun.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat intensitas hujan yang masih berpotensi terjadi di wilayah kota.

“Dalam rangka persiapan Nataru, BPBD Balikpapan menyiapkan kurang lebih 300 personel yang ditempatkan di pos-pos dan melakukan penjagaan selama 24 jam,” ujar Usman, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, personel BPBD tidak hanya disiagakan untuk pemantauan, tetapi juga siap melakukan respon cepat jika terjadi situasi darurat. Untuk mendukung hal tersebut, BPBD juga menyiapkan berbagai peralatan penunjang kebencanaan, mulai dari perahu karet hingga perlengkapan penyelamatan lainnya.

“Kami siagakan peralatan seperti perahu karet untuk pertolongan dan penyelamatan apabila terjadi banjir di permukiman. Serta kesiapsiagaan untuk membantu masyarakat jika terjadi longsor,” jelasnya.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Menurut Usman, langkah antisipasi ini bertujuan agar penanganan bencana bisa dilakukan secepat mungkin, sehingga risiko dan dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama BPBD selama momentum libur panjang akhir tahun.

Selain kesiapsiagaan bencana alam, BPBD Balikpapan juga memberikan perhatian khusus pada aktivitas perayaan Tahun Baru, terutama penggunaan kembang api. Usman menegaskan larangan penggunaan flare karena dinilai sangat berbahaya.

“Penggunaan flare sangat membahayakan jika jatuh ke perumahan atau objek vital. Karena itu kami melarang penggunaan flare,” tegasnya.

Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan menggelar pertunjukan kembang api dengan catatan harus mengantongi izin resmi dari pihak kepolisian. BPBD meminta penyelenggara melapor dan berkoordinasi dengan Polres Balikpapan. Khususnya bagian intelijen, untuk memastikan keamanan.

Tak hanya itu, BPBD juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran selama perayaan Nataru. Aktivitas memasak, penggunaan kompor. Serta instalasi listrik di rumah diminta untuk diperhatikan secara khusus.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memperhatikan dapur, kompor, dan instalasi listrik. Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan agar kondisi tetap aman,” pungkas Usman.

Dengan kesiapsiagaan personel dan peralatan tersebut. BPBD berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di Balikpapan dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa kejadian yang merugikan masyarakat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses