Omzet Pasar Inpres Kebun Sayur Capai Rp3,4 Triliun per Tahun, Pemkot Dorong Revitalisasi
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mengusulkan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur kepada Menteri Perdagangan Republik Indonesia melalui audiensi yang digelar di kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa (4/3/2026).
Usulan tersebut disampaikan sebagai upaya memperkuat fungsi pasar tradisional yang memiliki peran besar dalam perputaran ekonomi daerah.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan Pasar Impres Kebun Sayur merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Balikpapan yang juga dikenal sebagai destinasi wisata belanja bagi pengunjung dari luar daerah.
“Pasar Impres Kebun Sayur ini menjadi salah satu ikon Kota Balikpapan. Hampir semua orang yang datang ke Balikpapan biasanya menyempatkan diri singgah ke pasar ini, terutama untuk membeli kerajinan khas daerah,” ujar Haemusri, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, besarnya aktivitas ekonomi di pasar tersebut terlihat dari nilai transaksi perdagangan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp3,4 triliun setiap tahun. Angka ini menunjukkan peran strategis Pasar Impres Kebun Sayur dalam mendukung perekonomian masyarakat.
“Perputaran ekonomi di pasar ini sangat besar. Karena itu revitalisasi menjadi penting agar aktivitas perdagangan bisa berjalan lebih nyaman dan tertata,” jelasnya.
Pasar Impres Kebun Sayur sendiri telah beroperasi sejak tahun 1980 dan hingga kini belum pernah mengalami renovasi besar pada infrastruktur fisiknya. Padahal kawasan pasar memiliki luas sekitar 1,7 hektare dengan ratusan pedagang yang beraktivitas setiap hari.
Haemusri menjelaskan di kawasan pasar tersebut terdapat sekitar 599 pedagang, baik yang menempati area penampungan sementara maupun pasar kerajinan utama. Pemerintah kota juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang mengenai rencana revitalisasi pasar tersebut.
“Dari hasil sosialisasi, para pedagang pada prinsipnya setuju dengan rencana pembangunan kembali pasar ini. Mereka berharap proses pembangunan dapat difasilitasi sepenuhnya oleh pemerintah,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan kembali Pasar Impres Kebun Sayur mencapai sekitar Rp180,1 miliar. Untuk itu, pemerintah daerah mengusulkan dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Haemusri menambahkan revitalisasi pasar juga diharapkan mampu memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Balikpapan sebagai kota penyangga IKN tentu membutuhkan infrastruktur perdagangan yang lebih representatif. Revitalisasi pasar ini diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Melalui pembangunan kembali pasar tersebut, pemerintah berharap aktivitas perdagangan di Pasar Impres Kebun Sayur dapat berkembang lebih baik sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung di masa mendatang.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
