Pasar Induk Balikpapan Masih Menunggu Realisasi, Pembangunan Fisik Baru Dimulai 2026
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Janji Pemerintah Kota Balikpapan untuk membangun pasar induk masih sebatas rencana. Padahal, kebutuhan keberadaan pasar induk kian mendesak, terlebih posisi Balikpapan kini sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang otomatis meningkatkan kebutuhan pangan dan distribusi logistik.
Sayangnya, fasilitas pasar induk hingga kini belum tersedia. Pembangunannya memang sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, dengan target lokasi di Kelurahan Graha Indah. Namun, realisasi fisik baru diproyeksikan berjalan pada 2026.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adin Firmansyah, menyebutkan saat ini tahapan yang dilakukan adalah revisi desain. “Kita bicara realistis saja, pasar induk masih perlu revisi desain. DED (detail engineering design) yang ada itu dibuat tahun 2004, jadi tidak layak, tidak sesuai kondisi saat ini,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Menurut Fauzi, perubahan dokumen DED ini penting agar perhitungan kebutuhan biaya, material, dan teknis sesuai dengan kondisi terkini. “Revisi DED baru dianggarkan di APBD Perubahan 2025, sehingga pembangunan fisiknya paling cepat 2026 atau bahkan 2027,” bebernya.
Setelah revisi rampung, barulah legislator dapat mengalokasikan anggaran pembangunan fisik pasar induk. Fauzi berharap penganggaran bisa masuk di APBD 2026, mengingat keberadaan pasar induk sangat dibutuhkan untuk mengurai kepadatan di Pasar Pandansari maupun Kebun Sayur.
“Ini sudah masuk RPJMD, artinya lima tahun ke depan harus ada tahapan berjalan secara kontinu. Mulai dari revisi DED hingga pembangunan fisik,” tegasnya.
Komisi II juga mendorong perbaikan menyeluruh pada pasar-pasar yang ada di Balikpapan, khususnya yang dikelola oleh UPTD. “Tidak hanya fokus pada pasar induk, tapi pasar yang ada harus direvitalisasi, diperbaiki, diperbarui agar masyarakat nyaman,” pungkasnya.***
BACA JUGA
