Pelabuhan Semayang Balikpapan Dipadati Pemudik, Ibu Hamil Antre Berjam-jam Demi Pulang Kampung
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pelabuhan Semayang Balikpapan mulai padat dengan ribuan pemudik menjelang Idulfitri. Sejak malam hingga dini hari, calon penumpang terlihat memadati terminal dan halaman pelabuhan sambil menunggu keberangkatan kapal menuju berbagai daerah di Indonesia.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (14/3) dini hari menunjukkan suasana pelabuhan penuh sesak. Para pemudik duduk berkelompok di pelataran sambil menjaga koper, tas besar, hingga kardus berisi oleh-oleh yang mereka bawa dari perantauan.
Sebagian penumpang bahkan menggelar alas seadanya untuk beristirahat. Mereka memilih menunggu berjam-jam di pelabuhan agar tidak tertinggal kapal yang akan membawa mereka pulang ke kampung halaman.
Antrean panjang juga terlihat di pintu masuk terminal penumpang. Calon penumpang berjalan beriringan menuju dermaga sambil membawa barang bawaan mereka.
Sejumlah kapal penumpang besar tampak bersandar di dermaga, termasuk kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia yang melayani rute antarpulau menuju Sulawesi, Jawa, hingga Nusa Tenggara.
Lonjakan penumpang seperti ini menjadi pemandangan rutin setiap menjelang Lebaran. Banyak warga memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kehabisan tiket dan memastikan bisa berkumpul bersama keluarga saat hari raya.
Di tengah padatnya arus mudik itu, kisah seorang pemudik ikut mencuri perhatian. Rina (35), seorang ibu hamil, terlihat ikut mengantre bersama ratusan calon penumpang lainnya.
“Saya sudah menunggu sejak sore. Memang capek, apalagi sedang hamil, tapi saya ingin sekali bisa Lebaran bersama keluarga di kampung,” ujarnya sambil duduk beristirahat di area terminal penumpang.
Rina mengaku perjalanan mudik kali ini terasa lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun baginya, rasa lelah tidak sebanding dengan kebahagiaan bisa berkumpul dengan keluarga.
“Saya hanya berharap perjalanan ini lancar. Yang penting bisa berkumpul dengan orang tua dan keluarga saat Lebaran,” katanya.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menambah sejumlah fasilitas sementara di area terminal penumpang.
General Manager Pelindo Cabang Balikpapan, Suhadi Hamid, mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 10 unit tenda tambahan di depan terminal untuk melindungi penumpang yang menunggu keberangkatan kapal.
“Karena kondisi cuaca saat ini tidak menentu—hari ini hujan, besok belum tentu—kami menambah fasilitas tenda di depan terminal untuk melindungi penumpang yang menunggu keberangkatan,” ujar Suhadi.
Tenda tersebut difungsikan sebagai ruang tunggu sementara agar penumpang tetap nyaman meski harus menunggu dalam waktu cukup lama sebelum keberangkatan kapal.
Pelindo juga merencanakan pembangunan ruang tunggu sementara dua lantai yang dapat menampung sekitar 200 orang. Fasilitas ini direncanakan berada di area samping musala, tepatnya di belakang fasilitas ATM di kawasan terminal penumpang.
Menurut Suhadi, ruang tunggu tersebut nantinya diperuntukkan bagi penumpang yang datang lebih awal, khususnya dari wilayah perbatasan Kalimantan Timur.
“Ruang tunggu sementara ini nantinya dapat mengakomodasi penumpang yang datang lebih awal, khususnya dari daerah-daerah perbatasan di Kalimantan Timur. Kadang mereka sudah berada di Balikpapan tiga sampai empat hari sebelum berangkat,” katanya.
Dengan penataan fasilitas tersebut, kapasitas terminal penumpang yang saat ini mampu menampung sekitar 1.500 orang diharapkan meningkat menjadi sekitar 2.000 orang.
“Keamanan tetap menjadi prioritas. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Suhadi.***
BACA JUGA
