Pembangunan Rumah Singgah di Balikpapan Rampung, Segera Difungsikan untuk Warga Terlantar
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kota Balikpapan kini memiliki fasilitas baru untuk penanganan masalah sosial. Rumah singgah yang dibangun Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah rampung secara fisik dan segera difungsikan.
Fasilitas ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan tempat penampungan sementara yang layak bagi warga terlantar.
Kepala Dinsos Balikpapan, Edy Gunawan, mengungkapkan pembangunan rumah singgah ini sudah selesai. Saat ini, pihaknya hanya menunggu proses pengadaan perlengkapan dan sarana pendukung agar dapat segera difungsikan.
“Rumah singgah sudah siap bangunannya, tinggal menambah sarana prasarana seperti kasur, tempat tidur, lemari, dan sebagainya. Prosesnya sedang berjalan,” jelas Edy, Senin (1/9/2025).

Disiapkan Petugas Khusus
Tidak hanya soal fasilitas fisik, Dinsos juga tengah menyiapkan tenaga yang akan bertugas mengelola rumah singgah tersebut. Menurut Edy, ada dua opsi yang dipertimbangkan, yakni memanfaatkan pegawai dari rumah penampungan Tagana yang dialihkan, atau menggunakan tenaga outsourcing.
“Kami ingin memastikan ada petugas yang siaga, karena rumah singgah ini tidak hanya sekadar bangunan, tetapi juga membutuhkan pengelolaan agar fungsinya berjalan optimal,” tambahnya.
Jawaban atas Kebutuhan Penampungan
Selama ini, Balikpapan kerap menghadapi kasus warga terlantar, baik dari dalam maupun luar daerah. Mereka biasanya ditemukan oleh Satpol PP atau aparat di lapangan dalam kondisi tidak memiliki tempat tinggal dan tidak ada keluarga yang bisa menampung.
Edy menuturkan, kondisi tersebut sering menyulitkan petugas karena kota ini belum memiliki fasilitas resmi untuk menampung mereka sementara. Dengan adanya rumah singgah, persoalan tersebut bisa segera teratasi.
“Kalau ada rumah singgah, mereka bisa tinggal sementara dua sampai tiga hari. Fasilitasnya lebih layak untuk penampungan sementara dan juga bisa dimanfaatkan untuk rehabilitasi sosial,” jelas Edy.
Lebih Manusiawi dan Terkoordinasi
Dinsos menilai rumah singgah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung sementara, tetapi juga sebagai sarana awal proses rehabilitasi sosial. Dengan begitu, warga terlantar dapat ditangani secara manusiawi, diberikan tempat yang layak, serta diarahkan agar bisa kembali ke daerah asal atau memperoleh bantuan sesuai kebutuhan mereka.
“Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk hadir dalam menangani masalah sosial. Rumah singgah akan membantu kita memberikan perlindungan sementara dengan lebih manusiawi dan terkoordinasi,” ungkap Edy.
Dukungan Masyarakat
Sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik pembangunan rumah singgah ini. Pasalnya, fasilitas tersebut dinilai akan sangat membantu penanganan kasus sosial yang sering muncul di kota besar seperti Balikpapan, termasuk kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sementara, anak jalanan, hingga pendatang yang terlantar karena kehabisan biaya.
Dengan rampungnya pembangunan, Dinsos Balikpapan menargetkan rumah singgah dapat segera beroperasi penuh dalam waktu dekat setelah seluruh sarana, prasarana, dan tenaga pengelola siap.
“Harapan kami, ke depan Balikpapan memiliki sistem penanganan masalah sosial yang lebih komprehensif, dan rumah singgah ini menjadi salah satu instrumen penting,” tutup Edy.***
Editor : Ramadani
BACA JUGA
