Pembiayaan MBG di Balikpapan Dipastikan dari APBN, Percepat Pembangunan Dapur Sehat

Ilustrasi MBG (Suara.com/Iman Firmansyah)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Seluruh pembiayaan program strategis nasional tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan hingga saat ini tidak ada alokasi dana dari APBD Kota Balikpapan yang digunakan untuk mendanai MBG.

“Sampai hari ini tidak ada uang APBD yang terpakai untuk Program Makan Bergizi Gratis. Semua bersumber dari APBN,” ujar Bagus, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran yang sangat besar untuk mendukung keberlanjutan MBG secara nasional. Pada tahun anggaran 2026, total alokasi dana program ini hampir mencapai Rp300 triliun.

Anggaran tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, pagu MBG tercatat sekitar Rp71 triliun. Kenaikan ini seiring dengan perluasan sasaran penerima manfaat yang mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Menurut Bagus, peningkatan anggaran menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

“MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan produktif,” katanya.

Meski dukungan anggaran telah tersedia, pembangunan infrastruktur pendukung berupa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Balikpapan masih menghadapi tantangan. Dari target 68 unit SPPG, baru sekitar 10 unit yang terealisasi hingga pertengahan 2025.

Daerah Lebih Proaktif

Kondisi tersebut mendorong Pemkot Balikpapan untuk mengambil langkah percepatan. Salah satunya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah.

Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri serta arahan langsung dari pemerintah pusat agar daerah lebih proaktif dalam mendukung kesiapan program.

Selain itu, Pemkot juga telah menyiapkan beberapa lokasi awal pembangunan dapur sehat di sejumlah kecamatan sebagai titik awal pelayanan MBG.

Bagus berharap dengan percepatan pembangunan SPPG, manfaat MBG dapat segera dirasakan masyarakat Balikpapan secara merata.

“Yang terpenting adalah memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup. Dari sanalah masa depan kota ini dibangun,” tutupnya.

Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas nasional yang diharapkan mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan anak, serta memperkuat ketahanan gizi masyarakat di seluruh Indonesia.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses