Pembinaan Atlet dan Empati Sosial Menguat di Pembukaan Horse Competition Champion of the Year 2025 di Balikpapan

Kejuaraan berkuda Horse Competition “Champion of the Year 2025”di Balikpapan
Kejuaraan berkuda Horse Competition “Champion of the Year 2025”di Balikpapan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kejuaraan berkuda Horse Competition “Champion of the Year 2025” resmi dibuka di Gifta Garden Kilometer 23 Balikpapan pada Sabtu 27 Desember 2025.

Ajang ini tak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga cerminan keseriusan pembinaan atlet berkuda Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus ruang empati bagi bangsa yang tengah berduka akibat bencana di sejumlah daerah.

Kejuaraan tahunan tersebut digelar oleh Pordasi Kota Balikpapan dengan dukungan Pengprov Pordasi Kalimantan Timur, panitia pelaksana, pelatih, juri, ofisial, serta komunitas olahraga berkuda. Ratusan penonton memadati arena, menandai tingginya animo masyarakat terhadap olahraga berkuda.

Pembukaan dilakukan oleh Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Kota Balikpapan, Wahyu Mulia Donny, mewakili Pemerintah Kota Balikpapan. Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa kejuaraan ini memiliki makna strategis bagi pembinaan karakter dan prestasi atlet muda.

“Ini bukan sekadar lomba. Berkuda adalah olahraga yang membentuk disiplin, ketenangan, kepercayaan, dan harmoni antara manusia dan makhluk ciptaan Tuhan. Nilai-nilai inilah yang dibutuhkan generasi muda,” ujarnya.

Di tengah semarak kompetisi, Wahyu juga mengajak seluruh peserta dan penonton untuk mendoakan para korban bencana di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, kekuatan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari empati warganya.

“Balikpapan besar karena hatinya. Saat saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita saling menguatkan. Doa adalah bentuk solidaritas paling tulus,” katanya.

Kejuaraan Champion of the Year 2025 mempertandingkan sejumlah kelas, mulai dari Dressage, Flat Optimum, Speed Class, hingga Fun Games.

Selain menguji kemampuan atlet dan kuda, ajang ini menjadi sarana evaluasi pembinaan, peningkatan jam terbang, serta penjaringan bibit unggul atlet berkuda Balikpapan.

Wahyu menilai olahraga berkuda memiliki keunggulan tersendiri dalam pembangunan sumber daya manusia, karena menuntut keseimbangan antara fisik, mental, dan etika.

“Di sini atlet belajar sabar, fokus, dan menghormati proses. Menang atau kalah itu biasa, tetapi karakter yang terbentuk adalah kemenangan sejati,” tegasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan, lanjut Wahyu, berkomitmen mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, komunitas, dan sektor swasta untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Targetnya, Balikpapan mampu melahirkan atlet berkuda yang berprestasi di level nasional hingga internasional.

Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan diharapkan mampu memperluas partisipasi atlet muda serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga berkuda.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses