Pemerintah Indonesia Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah, Situasi Timur Tengah Memanas

Ilustrasi kakbah, masjidil haram, makkah, haji, Arab Saudi (pixabay.com) / suara

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pemerintah mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin dinamis dan tidak menentu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi. Kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamenhaj.

Pemerintah menegaskan langkah ini mereka ambil sebagai bentuk kehati-hatian demi memastikan keselamatan dan perlindungan warga negara Indonesia.

Selain itu, jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik. Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU. Agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” lanjutnya.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran yang dapat menimbulkan keresahan.

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi disebut tetap berlangsung sesuai jadwal.

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tutup Wamenhaj.

Kementerian Haji dan Umrah menyatakan akan terus memberikan informasi terkini terkait perkembangan situasi dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses