Pemerintah Kebut Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pilar utama transformasi ekonomi pesisir. Dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Selasa (7/4/2026), Kepala Negara menegaskan agar proyek mercusuar ini tuntas tepat waktu dan tepat sasaran.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengebut penyelesaian 100 titik awal yang ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.
Fokus Ekspansi ke Wilayah Indonesia Timur
Keberhasilan tahap awal ini akan langsung disusul dengan mega-proyek pembangunan 1.000 Kampung Nelayan tambahan secara paralel di tahun 2026. Fokus utama pembangunan ini akan digeser ke wilayah Timur Indonesia guna memeratakan infrastruktur perikanan.
“Yang seribu berikut di tahun 2026 secara paralel kita akan kerjakan, dan fokusnya adalah ke Indonesia Timur,” ujar Sakti Wahyu Trenggono usai rapat bersama jajaran Kabinet Merah Putih.
Bukan Sekadar Fisik, SDM Jadi Kunci
Pemerintah menekankan bahwa transformasi kampung nelayan tidak hanya berhenti pada pembangunan dermaga atau perumahan. Aspek pengawakan dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi poin krusial yang dibahas khusus bersama Presiden.
“Pengawakan dari Kampung Nelayan itu penting juga. Bagaimana masyarakat di sana mengelola fasilitas tersebut secara mandiri dan profesional, itu salah satu yang kita bahas dengan Bapak Presiden,” imbuhnya.
Modernisasi Armada: Gandeng Inggris Bangun Kapal di Galangan Lokal
Selain infrastruktur darat, pemerintah tengah mematangkan rencana kerja sama pengadaan kapal dengan Pemerintah Inggris. Menariknya, proyek ini akan mengedepankan keterlibatan galangan kapal dalam negeri.
Saat ini, KKP tengah menganalisis kapasitas galangan kapal di Indonesia yang sanggup memenuhi standar kualitas internasional.
- Target Produksi: Kapal harus sudah jadi dalam waktu dua tahun.
- Skema: Koordinasi lintas kementerian untuk memastikan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan nelayan lokal.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat armada perikanan nasional, tetapi juga menghidupkan industri galangan kapal domestik./Setpres
BACA JUGA
