Pemerintah Kota Balikpapan Jaga Program Prioritas di Tengah Keterbatasan Fiskal
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program-program prioritas meski dihadapkan pada keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memastikan arah pembangunan tidak akan bergeser dari kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam keterangannya, Wali Kota menyampaikan bahwa fokus pembangunan tetap diarahkan pada tata kelola pemerintahan yang baik, penyediaan air bersih, peningkatan kualitas pelayanan publik, penyediaan ruang ramah anak, hingga penguatan sektor lingkungan hidup.
“Kondisi fiskal yang terbatas ini tidak hanya dialami Balikpapan, tetapi juga hampir seluruh daerah. Namun, hal tersebut tidak mengurangi komitmen kami terhadap program prioritas. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap menjadi fokus utama,” ujarnya belum lama ini.
Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran menjadi langkah strategis agar pembangunan tetap berjalan optimal. Pemangkasan belanja akan difokuskan pada kegiatan yang bersifat seremonial, seperti jamuan makan dan perjalanan dinas yang tidak mendesak. Kebijakan tersebut diambil agar alokasi anggaran lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sektor Perpajakan dan Jasa
Di sisi lain, struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan hingga kini masih ditopang sektor perpajakan dan jasa. Pemerintah berharap stabilitas kedua sektor tersebut tetap terjaga guna mendukung pembiayaan program pembangunan yang telah direncanakan.
“Optimalisasi pendapatan daerah terus kami lakukan, namun tetap dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Yang terpenting, belanja daerah harus memberikan manfaat nyata bagi warga,” katanya.
Terkait proses pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Daerah (Sekda), Wali Kota menyebut tahapan administrasi tengah berjalan. Ia menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada pejabat senior yang berpengalaman untuk menjalankan tugas pemerintahan secara optimal sembari menunggu proses seleksi rampung.
Sementara itu, mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara, Pemkot akan menyesuaikan dengan instruksi pemerintah pusat. “Kalau instruksinya sudah ada dan dananya tersedia, tentu akan segera kita cairkan,” ujarnya.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Pemkot Balikpapan memastikan roda pembangunan tetap bergerak. Di tengah keterbatasan fiskal, komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang adil dan berkualitas menjadi fondasi utama agar pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.***
BACA JUGA
