Pemkot Balikpapan Dorong Pengelolaan Sampah Organik Lewat Rumah Maggot Telaga Sari

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Upaya pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat terus mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Balikpapan. Hal ini terlihat dari kunjungan Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, bersama Deputi Bank Indonesia Balikpapan, Umran Usman, Camat Balikpapan Kota Rosin Suparlan, serta Lurah Telaga Sari ke Rumah Maggot yang berada di RT 43 dan RT 45 Kelurahan Telaga Sari.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung inovasi pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang dikembangkan oleh warga setempat. Program ini dinilai mampu menjadi solusi konkret dalam mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat kelurahan.

Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, mengatakan Rumah Maggot Telaga Sari merupakan contoh nyata peran aktif masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. “Ini adalah bentuk partisipasi masyarakat yang sangat positif. Sampah organik yang sebelumnya menjadi masalah kini bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Rosin.

Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi maggot tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

 “Melalui budidaya maggot, sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak yang memiliki nilai jual. Ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular dan pengurangan sampah dari sumbernya,” katanya.

Rosin menambahkan, inovasi seperti Rumah Maggot perlu terus didorong dan direplikasi di wilayah lain, khususnya di kawasan perkotaan. “Kami berharap program ini bisa menjadi contoh dan dikembangkan di kelurahan lain. Dengan dukungan lintas sektor, program ini bisa berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, menilai inisiatif warga Telaga Sari selaras dengan arah kebijakan pembangunan kota yang berwawasan lingkungan. “Inovasi berbasis komunitas seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah,” ujarnya.

Ia menyebut, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dapat memberikan dampak ganda. “Selain mengurangi beban TPA, program ini juga meningkatkan kualitas lingkungan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” kata Murni.

Dengan adanya Rumah Maggot di RT 43 dan RT 45 Kelurahan Telaga Sari, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis upaya pengurangan sampah, peningkatan kualitas lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dan berkelanjutan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses