Pemkot Balikpapan Gandeng PHM, Kebun Raya dan Pengelolaan Sampah Jadi Fokus Kerja Sama Lingkungan

Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat langkah menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui kerja sama strategis dengan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang berfokus pada perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat langkah menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui kerja sama strategis dengan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang berfokus pada perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan menjawab tantangan lingkungan perkotaan yang kian kompleks, mulai dari pengelolaan kawasan hijau hingga persoalan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program lingkungan di kota minyak ini.

“Kerja sama ini bukan hanya formalitas, tetapi bentuk komitmen bersama untuk menjaga lingkungan Balikpapan tetap lestari sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam pembangunan berwawasan lingkungan,” ujar Sudirman.

Kebun Raya Balikpapan Jadi Paru-paru Kota

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penguatan pengelolaan Kebun Raya Balikpapan (KRB) yang selama ini berperan sebagai paru-paru kota sekaligus pusat konservasi keanekaragaman hayati. Melalui sinergi tersebut, Pemkot Balikpapan mendapat dukungan keahlian, termasuk pengembangan program hibridisasi anggrek endemik khas Balikpapan.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai konservasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat, pelajar, dan pengunjung Kebun Raya Balikpapan.

Pengelolaan Sampah Jadi Agenda Penting

Selain kebun raya, kerja sama juga diarahkan pada peningkatan pengelolaan sampah, khususnya di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar serta fasilitas pengolahan sampah lainnya. Inovasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan menjadi agenda penting untuk menjawab persoalan sampah perkotaan yang selama ini menjadi perhatian bersama.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu kolaborasi, inovasi, dan kesadaran bersama. Lingkungan yang bersih adalah wujud cinta kita kepada kota ini,” tambah Sudirman.

Libatkan Masyarakat Lewat Program CSR

Di sisi lain, PHM menyatakan akan menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi kunci agar pembangunan berkelanjutan benar-benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya di tingkat kebijakan, tetapi juga di kehidupan sehari-hari warga.

Kerja sama yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun ini akan dievaluasi secara berkala setiap tahun untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Merawat lingkungan sejatinya adalah merawat kehidupan. Ketika alam dijaga dengan cinta, maka kota akan tumbuh menjadi ruang yang nyaman, sehat, dan layak huni bagi generasi hari ini dan masa depan,” pungkas Sudirman.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses