Pemkot Balikpapan Hadirkan Mobil Layanan Pajak Keliling di Perumahan Wika

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mengoptimalkan pelayanan publik dengan mendekatkan layanan pajak ke tengah masyarakat. Melalui program Mobil Layanan Pajak Daerah Keliling, Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan menjangkau langsung warga, kali ini di Perumahan Wika, Kelurahan Gunung Samarinda Baru.

Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham, menyatakan bahwa pendekatan jemput bola ini diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, khususnya dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

“Kami tidak hanya menunggu warga datang ke kantor. Kami datangi langsung permukiman-permukiman, agar masyarakat lebih mudah membayar pajak. Di Perumahan Wika, animo warga cukup tinggi dan ini sangat kami apresiasi,” ujarnya, Senin (07/07/2027).

Idham menambahkan, layanan keliling terbukti efektif mempercepat realisasi penerimaan PBB-P2 karena memperpendek jarak tempuh warga menuju kantor pajak. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi langsung mengenai pentingnya kontribusi pajak untuk pembangunan kota.

“Banyak warga yang sebelumnya menunda pembayaran karena kendala waktu dan jarak. Dengan layanan ini, mereka bisa membayar tepat waktu, bahkan mendapat informasi soal insentif atau penghapusan denda,” jelasnya.

Selain menerima pembayaran, BPPDRD juga menyiapkan petugas khusus yang melayani konsultasi langsung di lokasi, termasuk pengecekan tagihan dan pencetakan ulang SPPT. Idham menegaskan, petugas membuka ruang seluas-luasnya agar masyarakat memahami proses perpajakan secara transparan dan tanpa intimidasi.

“Kami ingin warga merasa nyaman dan terbantu. Pajak bukan beban, tapi kontribusi nyata untuk kota ini. Dengan layanan mobil, warga cukup berjalan kaki dari rumah tanpa perlu ke kantor pajak daerah,” tambahnya.

Menurut Idham, BPPDRD akan terus menggelar layanan keliling secara rutin di berbagai kawasan permukiman, termasuk daerah pesisir dan pemukiman padat. “Target kami bukan hanya penerimaan pajak meningkat, tapi juga kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah. Kami ingin membangun budaya taat pajak sekaligus kepercayaan publik terhadap layanan yang ramah dan inklusif,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses