Pemkot Balikpapan Jamin Stok Bapokting Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026 dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri, usai melakukan inspeksi mendadak bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Siber Polri, Senin (23/2/2026).

Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar tradisional dan pusat distribusi untuk memastikan stabilitas pasokan serta harga. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi antisipatif menghadapi peningkatan permintaan yang lazim terjadi menjelang bulan suci.

“Dari hasil pemantauan di lapangan, stok bahan pokok masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar. Tidak ditemukan indikasi kelangkaan maupun penimbunan,” ujar Haemusri kepada wartawan.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging ayam ras, serta kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan hasil sidak, rantai pasok dari distributor hingga pedagang pasar dinilai tetap terjaga. Harga sejumlah komoditas terpantau relatif stabil, meski ada fluktuasi wajar pada beberapa jenis bahan pangan.

Haemusri menegaskan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mencegah potensi spekulasi pasar. Pemerintah kota juga menjalin komunikasi intensif dengan distributor dan pelaku usaha guna memastikan suplai tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, momentum Ramadan dan Idulfitri memang identik dengan lonjakan konsumsi rumah tangga. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi melalui pemetaan kebutuhan dan pengawasan rutin setiap hari. Pemkot juga mengintensifkan pelaporan harga harian sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

“Kami terus memonitor perkembangan harga dan stok. Jika ada gejolak, langkah intervensi akan segera dilakukan,” katanya.

Di sisi lain, Disdag mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan. Pemerintah mengingatkan bahwa perilaku panic buying justru berpotensi memicu ketidakseimbangan pasokan di tingkat ritel dan mempengaruhi stabilitas harga.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok aman dan distribusi terkendali. Belanjalah secara bijak,” ujar Haemusri.

Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan. Pengawasan terpadu yang melibatkan TPID, aparat kepolisian, serta pelaku usaha diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar hingga perayaan Idulfitri 2026.

Dengan sinergi tersebut, Pemkot optimistis stabilitas harga dan ketersediaan bapokting dapat dipertahankan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses