Pemkot Balikpapan Pantau Warga Terlantar Selama Ramadan, Sebagian Dipulangkan ke Daerah Asal
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan memperketat pemantauan terhadap warga terlantar dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) selama bulan Ramadan. Pengawasan dilakukan secara rutin melalui koordinasi sejumlah instansi, terutama antara Dinas Sosial dan Satpol PP.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan petugas secara berkala melakukan patroli di sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik ditemukannya warga terlantar. Mulai dari kawasan fasilitas umum, rumah sakit, terminal, hingga ruang terbuka publik.
“Jika petugas menemukan warga dalam kondisi terlantar atau membutuhkan bantuan, biasanya Satpol PP akan melakukan penanganan awal di lapangan. Selanjutnya yang bersangkutan diserahkan kepada Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan asesmen lebih lanjut,” kata Edy.
Setelah didata, warga tersebut biasanya ditampung sementara di tempat penanganan milik pemerintah. Di sana petugas akan melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi kesehatan, latar belakang, hingga daerah asal mereka.
Jika diketahui berasal dari luar Balikpapan, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk memfasilitasi pemulangan.
“Sebagian besar yang kami temukan memang dari luar daerah. Setelah pendataan dan koordinasi, kalau memungkinkan kami bantu proses pemulangan ke daerah asal,” ujarnya.
Banyak Pendatang, Pengawasan Sosial Diperkuat
Menurut Edy, Balikpapan yang dikenal sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara sekaligus pusat ekonomi di Kalimantan Timur memang menjadi tujuan banyak pendatang dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Balikpapan ini seperti miniatur Nusantara. Warga yang kami temui ada dari Jawa, Sulawesi, NTT, sampai daerah lainnya,” jelasnya.
Meski mobilitas masyarakat cukup tinggi, Dinas Sosial mencatat jumlah warga terlantar yang ditemukan selama Ramadan tahun ini tidak mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu faktornya diduga karena pemantauan petugas di lapangan semakin rutin.
Selain patroli, pemerintah kota juga mengoperasikan posko pemantauan yang menjadi pusat koordinasi penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Posko ini juga menerima laporan dari warga terkait keberadaan gelandangan, orang terlantar, maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.
Melalui sistem ini, pemerintah berharap setiap laporan bisa segera ditindaklanjuti sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Edy menambahkan, penanganan warga terlantar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan.
“Kalau masyarakat melihat ada warga yang butuh pertolongan atau terlantar, kami berharap bisa segera melapor supaya cepat ditangani,” katanya.
Di tengah perkembangan kota yang semakin pesat, kepedulian terhadap sesama tetap menjadi hal penting. Ramadan pun menjadi momentum untuk memperkuat empati sosial—bahwa membantu orang lain, sekecil apa pun bentuknya, dapat membuat kota terasa lebih hangat bagi semua.***
BACA JUGA
