Pemkot Balikpapan Revisi RTRW, Jadi Pintu Gerbang IKN

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemkot melaksanakan konsultasi publik dalam rangka revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan sebagai daerah penyangga IKN, Senin (13/5/2024).

Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Balikpapan Neni Dwi Winahyu mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum mengakomodir dinamika dan isu-isu yang berkembang dan proyeksi dimasa yang akan datang berkaitan dengan revisi RTRW Kota Balikpapan.

“Kegiatan ini jug dalam mendukung kota Balikpapan sebagai kota jasa yang dinamis dan berwawasan lingkungan,” ujar Neni Dwi Winahyu.

Untuk itu dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak seperti Otorita IKN. Untuk membuat berita acara struktur ruang dan pola ruang dengan daerah perbatasan.

“Termasuk dengan DPRD Balikpapan dalam hal pembuatan perda untuk menguatkan revisi RTRW yang ditetapkan,” akunya.

Selanjutnya dengan dinamika yang mempengaruhi kebutuhan ruang Kota Balikpapan. Diantaranya penetapan IKN yang menetapkan Balikpapan menjadi bagian daerah penyangga.

“Serta jadi pintu gerbang utama menuju ke IKN. Dan pembangunan infrastruktur IKN yang terkait dengan Kota Balikpapan,” tutupnya.

Proyek Penanggulangan Banjir

Sebelumnya, sebagai daerah penyangga IKN, Kota Balikpapan terus berbenah salah satunya memperbaiki fasilitas umum seperti akses jalan.

“Pertumbuhan penduduk yang cukup luar bisa kita rasakan semua,” kata Wali Kota Balikpapan  Ramhad Mas’ud.

Kendati demikian, di tengah tingginya gelombang migrasi. Sejumlah proyek sudah usai seperti proyek tahun jamak Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal yang meliputi Jalan MT Haryono.

“Alhamdulillah untuk di Jalan MT Haryono sudah selesai jadi tidak macet lagi di sana,” kata Rahmad.

Saat proyek itu masih berjalan, kawasan Jalan MT Haryono menjadi salah satu kawasan berwarna merah. Bila dilihat melalui sistem navigasi satelit alias Global Positioning Syestem (GPS) akibat macet yang sangat luar biasa.

Namun saat ini proyek itu sudah mulus khususnya untuk jalan setelah sudah diaspal menjelang akhir Ramadhan kemarin.

“Selain itu, yang di Tanjakan Global juga sudah rampung, sehingga kendaraan mulus melintas disana,” katanya.

Bila melihat ke belakang, saat proyek itu dikerjakan, jalan di kawasan Tanjakan Global ditutup total. Dan arus  kendaraan pun harus dialihkan yang berdampak kemacetan di kawasan Balikpapan Selatan.

“Kemudian jalan Mukmin Faisyal sudah di buka kemudian Jalan Transad dari Balikpapan Timur menuju Kilometer 8 Balikpapan Utara. Juga sudah dibuka, sehingga banyak alternatif jalan,” ujar Rahmad.

Kendati sudah berupaya, namun Rahmad mengaku masih kurang. Tetapi kekurangan itu yang menjadi pendorong semangat Pemkot Balikpapan untuk memperbaiki dan menjaga kota ini.

Tak hanya itu, sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum (DPU)  Balikpapan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tengah mengkaji untuk pembuatan jalan baru atau jalan alternatif.

Pembangunan Akses Jalan

Kepala DPU Balikpapan Rita menyebutkan, jalan itu nantinya akan menghubungkan dua kecamatan yakni Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur. Sama seperti di kawasan transit yang menghubungkan kilometer delapan dengan kawasan Manggar yang kini sudah mulus setelah diaspal.

“Yang kami kaji nanti dari daerah Gunung Binjai Balikpapan Timur menuju kilometer 23 Balikpapan Utara,” sebutnya.

Adapun untuk anggaran pembangunannya kata Rita menggunakan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan.

Ia berharap pembangunan jalan  tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat Balikpapan Timur menuju Balikpapan Utara maupun sebaliknya sehingga dapat mengurai kemacetan di kawasan itu.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses